Yok Rame Rame Jaga Raja Ampat Dari Pembantaian Hiu
Griyawisata.Com -- Perburuan Hiu di Raja Ampat, Papua Barat, mengundang keprihatinan banyak orang. Patroli yang mengajak banyak pihak, dinilai bisa jadi solusi untuk menjaga kawasan bahari paling indah di mata wisatawan itu.
"Caranya dengan mengadakan hansip laut. Ada pengawasan langsung dari masyarakat setempat," kata Direktur Pengembangan Destinasi Wisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Firmansyah mengatakan pengawasan ini juga diterapkan di kawasan taman laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Semua pihak sama-sama menjaga kawasan alam laut itu dari segala ancaman kerusakan, termasuk ulah manusia.
Untuk itu, Kemenparekraf akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Raja Ampat untuk membahas pengawasan di kawasan Raja Ampat. "Pihak Parekraf akan bertemu dinas pariwisata setempat untuk menentukan pengawasan taman nasional," jelas Firmansyah.
Sementara mengenai laporan perburuan hiu ilegal oleh LSM Conservation International (CI) Indonesia, menurut Firmansyah perlu didalami lebih lanjut. Menurutnya, ada beberapa spesies hiu yang memang tidak dilindungi. Namun, perburuan hiu pasti mengganggu upaya pelestarian ikan itu.
"Kalau untuk konservasi hal itu (perburuan hiu-red) menjadi masalah. Tapi kalau untuk konsumsi dalam jangka batas tertentu, itu tidak masalah," ujarnya.
Sebelumnya, LSM Conservation International (CI) Indonesia, Pemkab dan tokoh adat Raja Ampat memprotes perburuan hiu oleh nelayan ilegal. Menurut mereka, di dalam kawasan konservasi hiu tidak boleh ada perburuan hiu.
Kawasan Raja Ampat selama ini memang dikenal sebagai kawasan konservasi alam dan destinasi wisata bahari dengan reputasi paling top di Indonesia. Di mata para wisatawan, Raja Ampat terkenal dengan terumbu karang dan biota lautnya yang sangat beragam, termasuk hiu dan ikan pari yang diincar untuk diburu karena harganya yang mahal.
"Turis bisa bersama-sama dengan masyarakat setempat dan LSM menjaga keamanan perairan Raja Ampat," ujar Dewan Adat Papua daerah Sorong, Amandus Mirindi dalam bincang telepon bersama detikTravel sebelumnya.
- Rabu, 9 Mei 2012 16:20
- Selasa, 8 Mei 2012 16:10
- Senin, 7 Mei 2012 16:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · [email protected] · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
kami membuat dan menerima pesanan pembuatan kapal kayu khususnya kapal pinisi juga membuat replika kapal pinisi dan jenis model kapal lainny..
ud.sinar mandirikami spesialis kapal pinisi dan membuat kapal berbagai jenis kebutuhan al;kapal nelayan,kapal niaga,kapal pesiar,kapal pinis..
fast order 25f19b99 hp 085691793970,085718760574jual satuan/ecerbahan katun chambreyready biru 2 & 3vozashop
fast order 25f19b99 hp 085691793970,085718760574free inner bahan spandekready: kuning, cream, coklatjual satuan/ecervozashop
kami menyediakan berbagai aneka baju atasan yg up2date dengan kualitas yg terjamin oke.mauuuu??? burur\aannn diserbuuuu keburu keabisaaannn!..
TOUR & TRAVEL GUIDE
Wah 48 Persen Zat Berbahaya Terkandung Dalam Jajanan Anak Anda
Direktur Surveilan dan Penyuluhan Kemanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Halim Nababan, mengatakan kemanan dan kualitas pangan yang pihaknya teliti pada tahun 2008 sampai 2010 menunjukkan sekitar 48 persen bahan-bahan berbahaya ada pada makanan jajanan anak Sekolah Dasar (SD).
Aduh Mengerikan Jumping di Verzasca Dam, Mau Cobain ?
Griyawisata.Com -- Adegan James Bond terjun dari dinding sebuah bendungan yang sangat tinggi dan curam dalam film "Golden Eye" membuat penoton berdecak. Ya, bungee jumping di Verzasca Dam, Swiss ini memang sangat menantang. Berani coba bungee jumping ala Bond?













