Hari ini: Senin, 7 November 2016 14:52
Barometer Otomotif Terkini

Ogoh-ogoh dan Genderuwo Berkeliaran di Magelang Lusa Nanti !

Jumat, 1 November 2013 16:00
Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com - Pada Minggu 3 November 2013 besok pukul 10.00 – 13.00 WIB nanti, genderuwo dan ogoh-ogoh Bekakak Gamping bakal berkeliaran di kawasan lapangan Denggung sepuran Jl. Magelang Km 9,5 Sleman Yogyakarta. Ini merupakan sebagian kecil penampilan dalam event Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi 2013 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Masih banyak variasi dan ragam potensi seni budaya yang bakal meramaikan dan menyemarakkan kirab budaya tersebut. Kirab budaya ini akan menjadi daya tarik dan momen yang luar biasa bagi wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara.  

Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, pada Jum’at 1 November 2013 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman.

Ayu menambahkan bahwa event Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi ini merupakan upaya untuk mengekspose dan menginternalisasikan potensi ragam budaya sekaligus untuk mempromosikan sektor pariwisata Kabupaten Sleman.

"Event yang dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat “Bumi Merapi” yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan mengakar di kalangan masyarakat," katanya.

Selain itu ditambahkan bahwa event Pelangi Budaya Bumi Merapi juga dimaksudkan untuk memperingati Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober serta Hari Pariwisata Internasional tanggal 27 September.  

"Dengan demikian diharapkan kemasan event seni budaya seperti halnya Pelangi Budaya Bumi Merapi ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara sehingga pada gilirannya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman," terangnya.

Terkait dengan pelaksanaan kirab budaya tersebut Ayu menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas atas ketidak-nyamanan di jalur jalan yang digunakan untuk kirab budaya. Sebaliknya ia justru berharap agar masyarakat luas dapat memanfaatkan sebaik-baiknya momen wisata yang digelar untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi budaya tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Nurhadiyati Patminingsih selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa Pelangi Budaya Bumi Merapi dikemas dalam bentuk kirab budaya dan festival potensi ragam budaya, tradisi dan pariwisata. Kirab tersebut akan dilaksanakan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer dengan start dari Eks Kantor Pembantu Bupati Sleman Tengah menuju ke Kawasan Lapangan Denggung Sleman.

Tampilan kirab yang akan dilaksanakan melibatkan lebih dari 1.000 orang yang secara berurutan terdiri atas foreider polisi pariwisata, kereta kencana, Bregada Pringgodiningrat dari Pasukan Paskibra, Bregada Bremara Geni dari dusun Dowangan Banyuraden Gamping, dilanjutkan bregada gunungan dari komunitas tradisi upacara adat, yang meliputi Merti Desa Pulesari Wonokerto Turi, Upacara Adat Saparan Wonolelo, Sepasang Bekakak, Ogoh-Ogoh dan Gendruwo dari desa Ambarketawang Gamping, Upacara Adat Mbah Bregas, Upacara Adat Bathok Bolu Purwomartani Kalasan, Upacara Adat Tuk Si Bedug Margodadi Seyegan, kelompok Sadranan Agung Gito Gati dari Pajangan Pandowoharjo Sleman, Bregada Delingsari dari Gamping, dilanjutkan dengan kelompok daur hidup yang meliputi kelompok mitoni dari Pajangan Pandowoharjo, 10 pasang penganten dari komunitas Sekar Sedah, kelompok wilujengan dari seniman Pajangan Pandowoharjo Sleman, Bregada Songsong Wirosuto dari Mejing Gamping.

Urutan berikutnya berasal dari kelompok festival batik yang terdiri dari Desa Wisata Garongan, Desa Wisata Trumpon, Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Brayut, Desa Wisata Nawung, Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Rumah Domes, Desa Wisata Ketingan, Batik Sogan, Batik Alussan, Restoran Pringsewu, Rumah Makan Ambarketawang, STP AMPTA, Hotel Griya Persada, Rumah Makan Mr. Blangkon, LPP Hotel, Hotel Cakra Kusuma, Fakultas Teknik UNY, Sekolah Vokasi Pariwisata UGM, Mirota Batik, Museum Ullen Sentalu, Museum Dirgantara Mandala, Museum affandi, Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Monjali, Museum Pendidikan Indonesia (MPI) UNY, Museum Wanitatama, Museum Geoteknologi Mineral, Museum Gempa, Bank Sleman dan KNPI. [Mdi]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dengan Traveling Bisa Dapat Menumbuhkan Semangat Nasionalisme
                       Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Dengan menjelajahi alam akan tumbuh dengan sendirinya semangat nasionalisme dan ketika kita mulai lebih dekat dengan masyarakat, lebih dekat dengan alamnya muncul rasa cinta yang lebih untuk itu," kata Anggi saat ditemui di acara final konfigurasi Aksa 7 sekaligus memperingati Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta.

Aplikasi Google Trips Membantu Traveler Saat Traveling
                          Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Google mempunyai salah satu aplikasi yang ditujukan untuk para pelancong yang bernama Google Trips. Google Trips yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS memiliki data lengkap lebih dari 200 destinasi di dunia. Data tersebut mencakup destinasi, akomodasi, makanan dan minuman, cuaca, serta transportasi.