Gua Kristal di Bau-bau
Bau-Bau,GriyaWisata.Com - Mendengar nama Bau-bau di Sulawesi Tenggara para traveler mungkin akan teringat aspal sebagai komoditi unggulan di sana. Namun selain itu Bau-bau memiliki keunikan bernama Gua Lakasa selain stalagtit, gua ini dihiasi oleh kristal.
Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika ingin melihat indahnya kristal alam di dalam gua. Gua Lakasa di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, menyajikan sebuah pemandangan luar biasa yang sulit untuk dilupakan.
Bagi Anda pencinta wisata goa, belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Goa Lakasa. Obyek Wisata ini terletak kurang lebih 7 Km sebelah barat Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Gua ini merupakan wisata minat khusus, kondisinya sangat terjang dan penuh tantangan. Kedalaman goa yang mencapai 120 meter, mempunyai keindahan panorama yang cukup menarik dan memikat.
Goa Lakasa ditemukan pada tahun 1999 silam oleh salah seorang tukang kebun yang juga bernama La Kasa. La Kasa merupakan warga Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari. Karena penemuannya itu, goa tersebut kemudian diabadikan dengan menggunakan nama dari penemu goa itu sendiri yakni Lakasa.
Awal mulanya Goa Lakasa ditemukan ketika La Kasa dengan membawa peralatan kebunnya hendak membuka lahan perkebunan. Menggunakan linggis, La Kasa mencoba menghancurkan batu yang merupakan mulut goa. Setelah beberapa lama mencoba menghancurkan batu tersebut. Linggis yang digunakan justru menembus hingga nyaris tak terlihat. Karena penasaran, La Kasa kemudian terus-menerus mencoba menghancurkan batu tersebut hingga terbuka seperti saat ini.
Jarak antara Goa Lakasa dengan jalan poros Pantai Nirwana kurang lebih 300 meter. Dari jalan poros, kita bisa menggunakan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Sebab jalan menuju kelokasi tersebut telah dibuka oleh Pemerintah Kota Baubau sejak beberapa tahun lalu. Tujuannya, untuk memudahkan para pengunjung dalam menemukan goa yang terletak ditengah-tengah kebun warga. Menembus ke dalam Goa Lakasa, banyak tantangan yang harus dihadapi. Misalnya karena mulut Goa Lakasa cukup sempit yang hanya berdiameter sekitar 70 cm. Selain itu, kondisi jalan yang terjal dan sempit harus dilalui hingga mencapai kedalaman15 meter.
Namun, hal itu tidaklah mengurungkan niat Anda untuk menghentikan petualangan.
Keindahan mulai terlihat sejak awal kita memasuki goa tersebut. Rasa takut dan capek sirna seketika setelah melihat stalagtit dan stalagmite menghiasi pesona di dalam goa. Sayangnya, karena kurangnya pengawasan, banyak stalagtit dan stalagmite yang patah akibat ulah tangan-tangan jahil. Padahal, butuh waktu ribuan tahun untuk membentuk keindahan itu.
Jika diketuk, stalagtit dan stalagmite yang terpampang di setiap langit-langit dan dasar goa bisa menghasilkan bunyi-bunyi yang cukup merdu layaknya bunyi alat musik angklung.
Pesona keindahan stalagtit dan stalagmite belum seberapa jika kita terus melanjutkan perjalanan menelusuri lorong-lorong goa yang sudah diberi penerangan lampu dinding oleh Pemerintah Kota. Mencapai kedalaman sekitar 50 meter, Anda akan dikejutkan dengan telaga nan dalam.
Saking jernihnya dan bersihnya, dasarnya terlihat tanpa ada penghalang. Kita bisa menghilangkan rasa dahaga bahkan rasa capek kita. Rasa airnya tak kalah dengan rasa air mineral yang banyak di pasaran. Bahkan, Anda bisa sedikit beristirahat sambil menceburkan diri ke dalam telaga.
Dasar goa bukan hanya sampai ditelaga tersebut. Rasa ingin tahu pasti tersirat di dalam benak Anda khususnya bagi para pecinta keindahan goa. Memang jalur untuk menempuh perjalanan menyususri hingga sampai di dasar goa cukup sulit. Kita harus melewati gang dengan air sampai dipinggang. Panjang gang tersebut mencapai kurang lebih 15 meter hingga pada kedalaman 120 meter Anda kembali menyaksikan dinding dasar hingga langit-langit goa berwarna putih. Jika terkena cahaya, kilauan cahaya akibat pantulan dari stalagtit dan stalagmite yang menyerupai kristal.
Tetapi hati-hati, dibalik keindahannya, Anda harus berhati-hati menyentuh stalagtit dan stalagmite karena sangat tajam hingga bisa melukai Anda. Keindahan lain dasar Goa Lakasa, juga mempunyai telaga berukuran kecil. Tidak hanya Goa Lakasa, jika Anda berjalan kurang lebih 2 kilometer menuju arah pantai Nirwana, juga dapat melihat keindahan Goa Moko. Goa permandian air payau memanjang sekitar 50 meter yang menyimpan keindahan dan misteri. Di dalam goa ini ditemukan banyak keramik peninggalan Dinasti Ming. Seperti yang kita ketahui Buton dahulu merupakan kerajaan yang dipimpin seorang raja wanita yang berasal dari Negeri China.
Wisatawan sudah melakukan penelitian di goa tersebut. Seperti wisatawan asal Belanda dan Australia. Selain Goa Lakasa dan Goa Moko, juga terdapat Goa Kaisabu yang terletak di Kelurahan Kaisabu, Kecamatan Sorawolio atau sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Baubau. Nama lain dari goa ini adalah Goa Kertas. Disebut Goa Kertas karena dindingnya terlihat menyerupai kertas. Hanya saja untuk mencapai mulut goa, Anda harus memanjat tebing. Goa-goa tersebut diperkirakan berumur ribuan tahun. (GS)