griyawisata.com, BANDUNG, Tembang “Nasi Timbel” milik Benyamin yang dinyanyikan bersama Ida Royani pada tahun 1970-an bagi masyarakat Betawi mungkin tidak terlalu aneh. Demikian juga bagi masyarakat sekitar Kota Jakarta yang masih sering menyaksikan pegelaran seni budaya Betawi.
Namun tidak demikian halnya bagi masyarakat sekitar Kampung Seni dan Wisata Manglayang, di Kamp. Ciborelang, Cinunuk, Cileunyi, Kab. Bandung. Tembang yang dilantunkan seniman lenong ataupun topeng Betawi Rita Hamzah yang berduet dengan Bang Agus, mampu mengundang tawa.
Pegelaran Seni Betawi dan Musik Gambang Kromong, yang ditampilkan Suku Dinas Kebudayaan Kota Jakarta Pusat, di Kampung Seni dan Wisata Manglayang, Minggu (25/7) malam tidak hanya mampu menyuguhkan hiburan bagi warga sekitar. Tapi lebih dari itu, masyarakat sekitar mampu mengapresiasi kesenian tradisi Betawi tersebut.
“Sungguh luar biasa, tadinya saya dan rombongan merasa pesimis kalau pegelaran kesenian Betawi yang ditampilkan di sini tidak akan dipadati penonton,” ujar Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Jakarta Pusat, Abas Sudiana,S.E., selaku pimpinan rombongan kesenian.
Terhadap apresiasi masyarakat di kawasan kaki gunung Manglayang, baik Abas Sudiana,S.E., selaku pimpinan rombongan kesenian, artis pendukung serta para pemain musik, merasa mendapatkan penghargaan sangat besar. “Karena kami benar-benar tidak menyangka sama sekali, di daerah perbukitan gunung Manglayang jauh dari hiruk-pikuk keramaian Kota Bandung, ini apresiasi masyarakat terhadap kesenian daerah begitu besar,” ujar Abas.
Sementara Ketua Paguyuban Seniman dan Budayawan Kab. Bandung, Heri Heryadi, menilai apresiasi yang cukup besar ditunjukan masyarakat kawasan pegunungan Manglayang menunjukkan kerinduan mereka akan kesenian tradisional yang selama ini mulai kurang dipertontonkan. “Kawasan pegunungan Manglayang sejak dulu bukan hanya dikenal sebagai kantong perbekalan pejuang, tetapi juga menjadi kantong seni budaya tradisi bagi Kota Bandung dan sekitarnya,” ujar Heri Heryadi yang lebih dikenal dengan nama Abah Awi.
Hal senada diungkapkan pimpinan Kampung Seni dan Wisata Manglayang, Kawi, bahwa tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni budaya (tradisi) harus disikapi oleh pemerintah daerah. Tidak seperti yang terjadi selama ini, pemerintah daerah hanya menawarkan program kegiatan, bahkan sekadar wacana, tapi tidak ada realisasi hingga akhirnya menimbulkan kekecewaan tidak hanya dikalangan masyarakat seniman dan budayawan, tetapi juga masyarakat pecinta seni budaya.
Selain tembang “Nasi Timbel” gaya kocak Rita Hamzah yang juga cucu dari maestro seni Topeng Betawi (ALM) H. Bokir ini, juga melantunkan tembang “Hujan Gerimis”. Meski hanya dua tembang penonton dipaksa untuk tertawa melihat gaya kocak Rita saat menyanyi.
Pegelaran Seni Betawi dan Musik Gambang Kromong, selain menampilkan Rita Hamzah dan Bang Agus, juga mengiringi penampilan penyanyi Pop Sunda Neneng Fitri dan Ella. Sementara tarian yang ditampilkan, diawali tari “Pembuka”, “Jali-jali” dan “Lenggak-lenggok Jakarta”. [pk/vo]
| < Prev | Next > |
|---|

