Griyawisata.com, Gunung Berapi Rinjani yang terletak di Pulau Lombok di Indonesia merupakan gunung berapi yang kedua tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera. Ketinggian Gunung Kerinci 3,805 meter, sedangkan ketinggian Gunung Rinjani 3,726 meter di atas permukaan laut.
Gunung Berapi Rinjani terletak pada lintang 8º25" S dan 116º28" T, merupakan gunung favorit bagi pendaki-pendaki di Indonesia kerana keindahan pemandangannya. Gunung ini terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41,330 hektar.
Alam Rinjani
Daerah hutan di Gunung Rinjani termasuk hutan jenis heterogen dan homogen pada daerah daerah-daerah tertentu. Sekitar ketinggian 1000 sampai 2000 (atas laut) dapat ditemui jenis tumbuh-tumbuhan seperti Beringin (Ficus superb), Garu (Dysoxylum sp), Bayur, dan areal perkebunan penduduk yang ditanami sayur-sayuran seperti kentang, cabe, kol, juga bawang. trus sekitar ketinggian 2000 sampe 3000 mulai banyak pohon-pohon cemara Gunung (Casuarina junghuniana). Sampai ketinggian 3000 ke atas cuma terdapat jenis rumput-rumputan dan edelweiss/bunga abadi.
Yang paling eksotis di Rinjani adalah danau Segare Anak (Segare artinya Laut dan Anak artinya anak) yang terbentuk secara vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani. Masyarakat menyebutnya segara/laut karena warna air danau ini adalah biru seperti laut. Danau ini terletak di ketinggian 2800 M, terdapat banyak ikan maupun flora fauna lainnya. Ikan-ikan yang banyak terdapat di danau ini adalah ikan mas, mujair dan ikan harper.
Kabarnya pendakian bulan Februari 2005 tim pendaki dari Astacala berhasil menombak ikan mas seberat 3,5 kg. Danau Segara Anak oleh masyarakat sekitar dipercaya mempunyai keajaiban yang dapat menyembuhkan penyakit, juga untuk pemujaan mendapatkan benda-benda yang sakti. Di dekat Danau Segara Anak terdapat gunung kecil yang disebut Gunung Baru jari (gunung baru jadi/new mount). Jarang orang yang bisa ke puncak Gunung Baru tersebut walaupun menurut informasi sudah ada jalur menuju kesana, mungkin hal ini disebabkan karena Gunung Baru tersebut masih aktif dan mengeluarkan gas.
Etika Pendakian di Gunung Rinjani
1.Pendaki/Pengunjung harus melapor/minta ijin pada Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di Jalan Arya Bajar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram atau Pada Pos Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani terdekat dengan membawa/menunjukkan kartu identitas/KTP serta Surat Keterangan Sehat dari Dokter.
2.Bagi Pendaki/Pengunjung dengan tujuan penelitian, pendidikan dan rombongan harus membawa surat jalan dari organisasi/sekolah/instansi yang bersangkutan.
3.Pendaki disarankan membawa penunjuk jalan yang sudah berpengalaman
4.Pendaki/Pengunjung hendaknya membawa perlengkapan/perbekalan secukupnya serta membawa kembali sampah dan organik keluar kawasan Taman Nasional.
5.Pendaki/Pengunjung diperbolehkan mendaki pada bulan April s/d November dan disarankan tidak melakukan pendakian pada bulan Desember s/d Maret terkecuali ada izin khusus dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
6.Selama berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani diperhatikan beberapa hal antara lain:
- Dilarang mengambil tumbuhan/binatang/bahan/barang-barang lain dari dalam kawasan.
- Dilarang mencoret-coret/perusakan terhadap pohon/bangunan/batuan yang berada dalam kawasan.
- Mendirikan tenda pada tempat-tempat yang telah diditentukan
- Penggunaan api dibatasi pada tempat-tempat tertentu untuk mencegah terjadinya kebakaran
- Sebelum meninggalkan Kawasan diwajibkan mengumpulkan sampah dan membawa pulang keluar Kawasan TNGR.
7.Setelah Selesai melakukan pendakian agar melapor kembali ke Pos pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani terdekat atau Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.[ltn/vo]
| < Prev | Next > |
|---|

