Krisis keuangan Eropa yang masih belum pulih, akibat kebijakan ini dipandang dapat merugikan perekonomian pariwisata di Eropa. Travel alert merupakan kebijakan satu tingkat dibawah larangan berkunjung, pakar AS menuturkan.
Negara lain yang ikut memberi peringatan kepada warganya untuk berhati-hati ke Perancis atau Jerman adalah Inggris. Karena tingginya isu ancaman teror di kedua negara tersebut. Menurut Menteri Dalam Negeri, Theresa May, Inggris juga sedang menghadapi ancaman teroris.
Pengamat dari Airfarewatchdog.com, George Hobica, mengatakan bahwa "bila ada pihak yang selama ini mencari alasan untuk tidak pergi, maka kebijakan itulah yang ditunggu". Namun bila belum ada ancaman yang spesifik, Ia meragukan banyak orang AS yang mebatalkan perjalanannya menuju Eropa.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS, menghimbau kepada warganya yang sedang berada di Negara Eropa agar lebih berhati-hati lagi dan lebih waspada, karena menurut laporan pihak keamanan, rangkaian serangan bersenjata api sedang direncanakan jaringan teroris di tempat-tempat umum. Ancaman tidak jauh berbeda dengan serangan teroris di Mumbai, India pada tahun 2008.
Namun rakyat AS tidak mengetahui dimana persisnya tempat-tempat yang tidak aman untuk dikunjungi di Eropa.[sis/paulina]
| Next > |
|---|

