Griyawisata.Com, Bahoi adalah sebuah desa kecil di pesisir Sulawesi Utara. "Secara administrasi, desa ini terletak di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dari pusat kota Manado dapat ditempuh dengan jalan darat sekitar 1,5 jam, dengan jalan yang mulus, dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan.
"Desa ini memiliki daerah perlindungan mangrove (DPM) dan daerah perlindungan laut (DPL). Kawasan yang dilindungi ini sangat berarti bagi masyarakat yang lebih dari 50% penduduknya adalah nelayan. Masyarakat percaya kawasan yang dilindungi yang berupa hutan mangrove dan laut.
Bahoi mempunyai sejarah yang panjang sehingga masyarakat peduli untuk melestarian alam dan lingkungan di pesisir. Dari kejauhan desa ini masih hijau, pepohonan yang menutupi perbukitan diatas desa itu, menandakan mereka sangat peduli terhadap kelestarian alam. Tak hanya daratan, lautan pun mereka berusaha melindungi dari kerusakan, mereka yakin sebagai nelayan, bahwa pelestarian pesisir terutama mangrove dan terumbu karang akan mendatangkan berkah.
Keindahan alam itu, kini dicoba untuk dikemas menjadi sebuah paket wisata alam, banyak orang menyebut ekowisata, wisata lingkungan, wisata pendidikan, entahlah banyak sekali istilah itu, Tapi pada prinsipnya masyarakat Bahoi, mencoba untuk meningkatkan sumber daya manusianya untuk pengembangan program itu.
Aku berkesempatan untuk berbagai ilmu mengenai manajemen ekowisata yang mendukung dalam pengembangan tersebut. Tak hanya menyiapkan pemandu yang akan menemani para wisatwan ke lapangan, juga kecakapan mengenai P3K dan keselamatan dalam pemanduan. Selain itu faktor pendukung lainnya adalah makanan, home stay (penginapan), kerajinan, transportasi. Dan yang penting juga ada keahlian dalam mengemas paket wisata serta memasarkannya.
Kawasan ini sangat menarik, keindahannya alam dan lingkungan layak untuk dipasarkan. Apalagi bagi wisatawan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, baik mangrove dan terumbu karang. Beberapa wisatawan yang datang, umumnya ingin melihat keindahan alam di bawah perairan yang menakjubkan. "Konon menerut para penyelam atau masyarakat yang pernah memandu, keindahannya tak kalah dengan Taman nasional laut Bunaken. Hampir terumbu karang yang ada di taman nasional itu ditemukan di perairan Desa Bahoi. Jenis-jenis ikan juga demikian.
Akan tetapi kegiatan pelestarian alam dan lingkungan pesisir ini murni dilakukan oleh masyarakat, perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan. Sementara di beberapa tempat banyak masyarakat yang belum menyadari akan penting pelestarian alam dan lingkungan, di Bahoi telah dilakukan secara bahu membahu, baik pria dan wanita untuk melestarian alam.
Kawasan yang dilindungi, sebenarnya tidaklah terlalu luas, hanya sekitar 10 hektar. Dimana 30% nya adalah hutan mangrove. Akan tetapi dalam skala desa, merupakan kawasan yang cukup luas, untuk melindungu pantai, dimana penduduk bermukim. Untuk melindungi kawasanitu masyarakat membuat aturan desa atau sering di sebut dengan Perdes, yang harus ditaati oleh warga desa.
Kasawan dibatasi dengan pagar apung yang dihubungkan dengan tali. "Pelampung yang terbuat dari stereoform itu diberi tanda warna kuning, yang menunjukkan sebagai Zona Inti, dimana masyarakat tidak boleh melewati kawasan dalam pagar tersebut, kecuali ada ijin khusus. Karena dalam zona into, masih banyak ditemukan terumbu karang yang sangat indah serta hutan bakau yang terjaga dengan baik.
Zona inti ini diyakini sebagai tempat untuk berkembang biak semua jenis ikan, lobster, ikan karang, udang dsb. Sehingga perlu dilestariakan agar masyarakat nelayan tidak perlu melaut jauh untuk mencari ikan.[ygs]
| < Prev | Next > |
|---|

