Griyawisata.com, "Dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk pemulihan Candi Borobudur pascaerupsi Gunung Merapi 2010," kata Direktur Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Yunus Satrio Atmojo.
Selesai penanaman pohon untuk menyelamatkan situs warisan dunia Borobudur di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di tanggal 17/02/2010, Yunus menyatakan pemulihan tersebut meliputi revitalisasi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, menurut Ia tingkat keasaman batuan Candi Borobudur masih tinggi sehingga harus ditempuh upaya menghilangkan endapan abu vulkanik di struktur batuan candi. "Butuh waktu sekitar 6 bulan, dalam khusus kegiatan ini," katanya.
"Di tahun yang akan datang, pekerjaan yang dilakukan masih sama yakni memonitor dan mengantisipasi timbunan abu vulkanik yang masih tersembunyi karena bentuk Candi Borobudur cukup rumit, banyak relung, dan celah," ungkapnya.
"Revitalisasi lingkungan yang salah satunya dalam tahap selanjutnya adalah melalui penanaman pohon secara bertahap untuk menghijaukan lingkungan agar mencegah terjadinya pemanasan mikro yang efeknya kurang baik untuk candi," tambahnya.
Menurut Yunus, hal lain yang juga berpengaruh terhadap kondisi bebatuan candi adalah cuaca. Jika kelembaban di dalam bebatuan tinggi, namun cuaca ekstrim di luar akan bisa merusak permukaan batu candi. "Selain pemulihan fisik batu candi, namun juga akan melakukan pemulihan menyangkut kehidupan sosial ekonomi masyarakat," tegasnya.
Kegiatan masyarakat, ketika terjadi erupsi Merapi termasuk wisata di Candi Borobudur terhenti untuk upaya mendorong orang datang dan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat kawasan Candi Borobudur. Maka dalam pemulihan itu, dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun ke depan, agar kondisi kondusif seperti sebelum bencana, dengan catatan tidak lagi terjadi bencana erupsi Merapi seperti kemarin.
"Pihak kami membantu rehabilitasi Candi Borobudur pascaerupsi Merapi," kata Direktur UNESCO Perwakilan Jakarta Hubert Gijzen. Dikabarkan, UNESCO membantu dana tiga juta dolar AS untuk proses pembersihan batu candi dari abu vulkanik hingga pemulihan ekonomi masyarakat sekitarnya.[wlmn/yd]
| < Prev | Next > |
|---|








