Griyawisata.com, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI akan membangun 1.000 unit kapal untuk nelayan. 1.000 kapal nelayan berukuran diatas 30 gross ton (GT) itu akan disalurkan hingga tahun 2014.
Menteri Kelautan dan perikanan RI Fadel Muhammad mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari Percepatan Pembangunan Nasional sesuai dalam Inpres No 1/2010. "Program ini merupakan upaya restrukturisasi armada kapal perikanan nasional guna memanfaatkan sumber daya ikan di laut lepas,” ungkap Fadel Muhammad di Makassar, Senin, (28/2/2011).
Fadel menambahkan, pemanfaatan kapal berukuran 30 GT merupakan kebijakan rasionalisasi, nasionalisasi dan modernisasi dalam pengembangan nelayan di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi itu, diyakini akan mendorong hasil tangkap nelayan yang lebih maksimal.
Lebih jauh Fadel menjelaskan, selain untuk sektor perikanan tangkap, pemerintah juga telah melakukan pengembangan infrastruktur pelabuhan berstandar internasional. Pengembangan tersebut dilakukan khususnya di daerah yang potensial dan lingkar luar Indonesia, serta pembangunan, pengembangan dan peningkatan kualitas pelabuhan perikanan unit pelaksana teknis (UPT) daerah.
Untuk kelancaran para nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah melakukan peningkatan akses nelayan terhadap lembaga keuangan yang dilakukan melalui kegiatan kelompok. Kementerian, kata Fadel, telah bekerjasama dengan pihak BNI. Para nelayan bisa memanfaatkan sertifikasi hak atas tanah sebagai agunan kepada pihak perbankan.
Pemerintah juga mengklaim telah meningkatkan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia nelayan, melalui pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perikanan Tangkap dalam bentuk pelatihan.
"Hingga saat ini telah berdiri 8.785 KUB di seluruh Indonesia yang telah bermitra aktif dengan pihak swasta," pungkasnya. [hsb]
| Next > |
|---|








