Pendakian Gunung Slamet

E-mail Print

GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh para petualang yang ingin menggapai puncaknya. Kultur bagus dan ramah dari alam termasuk dari penunggu basecamp di Bambangan yang selalu ramah dan memberi panduan umum tentang Slamet.

Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Menjelang pukul Tujuh malam, kami pun segera bergegas untuk keluar dan mengangkat tas besar berisi logistik. Perjalanan pun dimulai dengan memanjatkan do'a kepada sang Khalik, berharap selama perjalanan tak ada hambatan yang menyulitkan kami.

Senter dan lampu-lampu kecil menjadi penghias membuka pendakian Gunung Slamet kali ini. Berat beban dan dinginnya suasana malam yang mencekam. lika-liku jalan setapak dan padatnya tanah liat, menjadikan kami sedikit melambatkan langkah kaki.

Sesekali kami pun harus menahan gerak kaki sejenak, menghela nafas dan merenggangkan otot-otot kaki yang mulai tegang. Gelapnya malam dan rimbunnya hutan liar, menjadikan perjalanan terhenti dan terpaksa kembali lagi untuk mencari jalan yang sebenarnya.

Setelah Delapan jam kami melakukan perjalanan, tiba saatnya menurunkan beban di pundak dan segera menggelar tenda kecil sebagai atap dan alas tidur untuk melindungi diri dari dinginnya malam. Suara burung-burung malam seakan menghampiri, menukik dan memanggil-manggil. Desiran angin berhembus menggoyangkan tangkai, dahan dan dedaunan.

Hutan mulai menyapa pagi, embun yang menetes dari dedaunan menjadi selimut akan kehadiran senyum mentari pagi. Disini tiada terdengar teriak kokok dari ayam Jantan. Yang ada hanyalah riung jeritan binatang dari kejauhan. Ya, pagi itu kami harus segera sarapan pagi dan melanjutkan pendakian. Telat sedikit kami melangkah, takan dapat bersua dengan Sunrise yang menjadi incaran kami sejak dibawah.

Keringat terkucur deras membasahi punggung yang tertindih tas. Lelah tak kami rasakan, yang terbayang adalah suasana di puncak Slamet. Berhenti dari satu pos ke pos selanjutnya. Berjalan melewati rute yang sudah ada sejak lama adalah metode utama untuk dapat selamat dan segera mencapai tujuan.

Sekitar pukul lima sore kami pun sampai di pos Samyang Kendit, yaitu pos terakhir untuk melepaskan dahaga dan lelah. Ditempat ini, segala peralatan di turunkan, karena hanya berjarak sekitar 50 meter lagi menuju puncak. Kami terpaksa menunggu didalam tenda sampai jam Satu pagi, untuk kemudian melanjutkan perjalaan menuju Pos Pelawangan, yaitu pos masuk kawasan puncak Slamet dengan kemiringan sekitar 80 derajat. Disamping itu, jalannya pun sudah bukan lagi tanah liat melainkan batu-batuan cadas.

Pukul dua pagi, kaki yang masih terasa lelah harus kami paksa melanjutkan pejalanan. Tajamnya kerikil-kerikil cadas belum menyurutkan hasratku untuk segera singgah dan berteriak sepuas-sepuasnya dipuncak.

Akhirnya, pada pukul lima pagi itu kami dapat menancapkan bendera kebanggaan di puncak Slamet dengan ketinggian 3432 Mdpl. Gunung Slamet ini memiliki 4 buah kawah aktif yang terletak di puncaknya, sehingga dianjurkan untuk mendaki puncak sebelum pukul 10 pagi untuk menghindari adanya gas beracun. Dari puncak dapat terlihat gunung-gunung lainnya di jawa tengah seperti gunung Sumbing, Sindoro, merbabu, merapi bahkan kalau sedang cerah bisa melihat gunung Lawu.[eron]



Sharing halaman ini ke Website favorit Anda
| More...
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 



Events Schedule

Mountain & Rafting

Pendakian Gunung Slamet GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
 
Ayung Rafting Bali, Seru dan Menyenangkan Griyawisata.com, Ayung Rafting Bali merupakan tujuan wisata yang siap untuk menguji nyali Anda. Mencoba wisata rafting a...
 
Jogging Sambil Narsis Di Pemandangan Alam Kehijauan Griyawisata.com, Inilah para wanita, narsis bisa dimanfaatkan dimana saja. Selain di mall-mall, di kampus-kampus dan di ...
 

Nasional

Tradisi Lompat Batu Di Nias

GriyaWisata.Com- Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara merupakan daerah kepulauan, masyarakatnya bergantung kepada kapal laut,...

Sekilas Tentang Gendang Beleq asal Lombok

GriyaWisata.Com- Disebut Gendang Beleq karena salah satu alatnya adalah gendang beleq (gendang besar). Orkestra ini...

Sekilas Tentang Sejarah Sunda

GriyaWisata.Com-Setiap perjalanan suatu suku-bangsa memiliki makna sejarah yang perlu digali. Asal-muasal keberadaan Sunda dapat...

Internasional

Patung Kesuburan Yang Menghamili 2000 Perempuan

GriyaWisata.Com-Di Orlando, pasangan yang sangat menginginkan keturunan bisa datang ke Museum Ripley’s Believe It or...

Ho Chi Min City

GriyaWisata.Com-Mengunjungi Sungai Mekong atau menjelajahi jalan-jalan yang sibuk di kota ini dengan berjalan kaki...

Aksi Unik Ratu Kalajengking

GriyaWisata.Com-Pernahkah terbayangkan oleh Anda, ketika Anda tidur kemudian seekor kalajengking tiba-tiba merambat naik ke badan...

Culinary Corner

Menu Istimewa Ala Papua

GriyaWisata.Com-Mungkin nggak terbayang dibenak anda untuk berwisata kuliner ke wilayah bagian timur Indonesia? Emm...pastinya anda...

Nikmatnya Rica-Rica Dan Sate Keong

GriyaWisata.Com-Setiap mendengar nama keong sawah yang terlintas pastinya hewan yang menjijikkan dan sering menjadi musuh...

Lezatnya Makanan Dari Ubi Ungu

GriyaWisata.Com-Apakah Anda pecinta makanan serba manis.Jika iya tidak ada salahnya mencoba menu makanan serba ketela....