Rumah Adat Sasado

E-mail Print

GriyaWisata.Com-Di Maluku Utara, tepatnya dikecamatan sahu Kabupaten Halmahera barat terdapat rumah adat yang dikenal dengan "sasadu". "sasadu" merupakan "artefak"kebudayaan yang hingga kini masih kokoh dengan keaslian dan kekhasaan konstruksi "sasadu"nya. di Tempat sasadu ini umunya dikenal masyarakat sebagai tempat melaksanakan ritual-ritual adat istiadat masyarakat sahu, dan juga digunakan sebagai tempat peretemuan masyarakat atau desa setempat.

Sasadu adalah juga menjadi tempat untuk bermusyawarah dalam masyarakat Sahu. Konstruksi dari bangunan ini sangat unik dan memiliki arti filosofi tersendiri. Bangunan ini beratapkan daun sagu yang dianyam dengan sangat baik sehingga bisa bertahan lama dan tidak memiliki pintu sehingga terbuka lebar untuk jalan masuk yaitu bisa dari depan atau belakang. Bubungan atap yang menjulang tinggi pada kedua ujungnya tergantung dua buah bulatan yang dibungkus dengan ijuk yang merupakan symbol dari dua kekuatan supranatural yang diyakini oleh masyarakat Sahu.

Kekuatan supranatural yang satu memiliki kekuatan mengguncangkan dan membinasakan bagaikan gempa yang dahsyat, sedangkan kekuatan yang supranatural yang lain memiliki kekuatan sebagai benteng pertahanan dan perlindungan yang kekal bagaikan gunung batu, tetapi saat ini masyarakat Sahu telah melepaskan keyakinan tersebut dengan mengimani Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pencipta semuanya. Kedua, dalam rumah adat Sasadu tidak ada paku atau sekrup yang mengkaitkan antar satu balok/pilar dengan pilar yang lain, dan ini mengandung arti bahwa tidak ada paksaan dalam membangun komunikasi atau hubungan antar sesama, semuanya berlangsung secara sukarela, sehingga siapapun yang masuk dalam rumah adat sasadu ini di perbolehkan baik itu masyarakat asli maupun suku pendatang, semuanya yang datang dalam sasadu adalah saudara.

Ketiga posisi bubungan yang lebih tinggi dari rumah penduduk dan atapnya yang lebih rendah dari rumah penduduk, menunjukkan arti bahwa Hubungan yang lebih tinggi adalah Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Kuasa) dan semua orang yang masuk kedalam Sasadu harus merendah, menghormati kepada sang Pencipta dan kepada sesama. Keempat didalam rumah adat Sasadu, tidak ada dinding pada enam pintu tempat jalan masuk dan keluar. dua pintu untuk jalan masuk keluar bagi perempuan, dua pintu bagi para lelaki dan dua pintu bagi pemerintah dalam hal ini para tamu. Hal ini menunjukkan bahwa dalam rumah adat Sasadu terbuka untuk semua orang, baik antar sesama warga desa maupun masyarakat luar tanpa membedakan golongan darimanapun dia berasal.

Dalam Rumah adat Sasadu terdapat kaluka sebanyak dua buah, yaitu ukiran kayu berbentuk haluan dan buritan perahu yang di tempatkan pada kedua ujung bubungan Sasadu yang memiliki arti perahu yang sedang berlayar. Etos ini sangat terkenal dengan masyarakat Sahu yang merupakan salah satu suku yang suka berlayar atau berpetualang. sehingga hal ini dipercaya bahwa dalam berlayar mengarungi samudera kehidupan selalu di pimpin oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Replikasi perahu layar inilah yang dibawa ke darat dalam bentuk di dalam Rumah adat Sasadu yang disebut "Kagunga tego-tego yang artinya perahu perang yang ada di darat.

Selain itu ada pemasangan bendera besar (panji) dan pemasangan bendera kecil (dayalo) serta pemasangan hiasan sekeliling rumah adat sasadu dengan kain putih yang dirancang berbentuk bukit-bukit kecil (paturo) yang melambangkan kekuasaan pemerintah yang berdaulat dalam NKRI. Dalam Pesta syukur panen ini di meriahkan dengan tarian legu - salai dan biasanya di rayakan selama tujuh (7) hari tujuh malam tapi uniknya tidak ada yang mabuk walaupun arak menjadi minuman utama dan tidak ada yang berkelahi karena ada sanksi adat kepada siapa yang mabuk atau berkelahi dan itu di patuhi oleh masyarakat adat sampai saat ini.[kll]



Sharing halaman ini ke Website favorit Anda
| More...
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 




 

Events Schedule

Mountain & Rafting

Pendakian Gunung Slamet GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
 
Ayung Rafting Bali, Seru dan Menyenangkan Griyawisata.com, Ayung Rafting Bali merupakan tujuan wisata yang siap untuk menguji nyali Anda. Mencoba wisata rafting a...
 
Jogging Sambil Narsis Di Pemandangan Alam Kehijauan Griyawisata.com, Inilah para wanita, narsis bisa dimanfaatkan dimana saja. Selain di mall-mall, di kampus-kampus dan di ...
 

Nasional

Bendungan Waduk Jatiluhur Masih Mempesona Untuk Wisatawan

GriyaWisata.Com-Mengisi akhir pekan atau hari liburan Anda,wisata tentunya menjadi hal yang sangat menyenangkan,apalagi mengisi waktu...

Tradisi Coka Iba Sebuah Kegembiraan Atas Kelahiran Nabi Saw

GriyaWisata.Com-Setiap tanggal 12 Robiul Awal, umat Islam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Diberbagai tempat di...

Menggali Sejarah Pura Situs Gunung Kawi

GriyaWisata.Com-Pernahkah anda mendengar atau berkunjung ke Situs Pura gunung kawi selama liburan anda di bali,...

Internasional

Kolam Renang Terdalam Di Dunia

GriyaWisata.Com-Merasa seperti melakukan penyelaman tanpa mengunjungi samudra? Lalu pergi melakukan perjalanan Nemo 33. Inilah kolam...

Kota Tua Di Atas Awan

GriyaWisata.Com-Di Civita Bagnoregio merupakan sebuah kota di Provinsi Viterbo Italia Tengah, sebuah frazione dari Comune...

Reog Ponorogo Ramaikan Malam Inagurasi Indobatt Lebanon

GriyaWisata.Com-Dengan hormat dikirimkan berita dari Lebanon. Terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya Lebanon, 26 Mei 2011                      ...

Culinary Corner

Resep Tumis Kyuri Ikan Teri

GriyaWisata.Com-Timun Jepang yang renyah segar bisa menjadi pembuka sajian di awal minggu ini. Dengan rasa...

Gurami Bakar Limau Turunkan Kadar Kolesterol

GriyaWisata.Com-Adanya jembatan Suramadu yang menghubungkan Bangkalan, Madura dengan Surabaya Jawa timur, menjadi berkah tersendiri bagi...

Mencicipi Kuliner Khas Kalimantan

GriyaWisata.Com-Mencicipi kuliner khas Kalimantan saat anda berada di Jakarta  silahkan untuk mampir sejenak di Warung...