Seni Tari Topeng

E-mail Print

GriyaWisata.Com-Seni merupakan sesuatu yang terus bergerak dan tidak statis. Dari masa ke masa seni tradisi mengalami perkembangan dan berasimilasi dengan dengan budaya global. Dari pergerakan tersebut muncul banyak terobosan baru di bidang seni budaya. Salah satu seni pertunjukan yang merupakan asimilasi dari berbagai tradisi adalah pertunjukan Topeng Ireng, atau yang juga dikenal dengan nama kesenian Dayakan. Topeng Ireng adalah tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo.

Nama Topeng Ireng sendiri berasal dari kata “Toto Lempeng Irama Kenceng”. Toto artinya menata, lempeng artinya lurus, irama artinya nada, dan kenceng berarti keras. Oleh karena itu, dalam pertunjukan Topeng Ireng para penarinya berbaris lurus dan diiringi musik berirama keras dan penuh semangat. Tarian ini sebagai wujud pertunjukan seni tradisional yang memadukan syiar agama Islam dan ilmu beladiri atau pencaksilat. Tak heran, Topeng Ireng selalu diiringi dengan musik yang rancak dan lagu dengan syair Islami.

Selain sebagai syiar agama Islam, pertunjukan Topeng Ireng juga menggambarkan tentang kehidupan masyarakat pedesaan yang tinggal di lereng Merapi Merbabu. Dari gerakannya yang tegas menggambarkan kekuatan fisik yang dimiliki oleh masyarakat desa saat bertarung maupun bersahabat dengan alam guna mempertahankan hidupnya.

Setiap pertunjukan Topeng Ireng akan riuh rendah diiringi berbagai bunyi-bunyian dan suara. Mulai dari suara hentakan kaki yang menimbulkan bunyi gemerincing berkepanjangan, suara teriakan para penari, suara musik yang mengiringi, hingga suara penyanyi dan para penonton. Musik yang biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan Topeng Ireng adalah alat musik sederhana seperti gamelan, kendang, terbang, bende, seruling, dan rebana. Alunan musik ritmis yang tercipta akan menyatu dengan gerak dan teriakan para penari sehingga pertunjukan Topeng Ireng terlihat atraktif, penuh dengan kedinamisan dan religiusitas. Para penari juga terlihat sangat ekspresif dalam membawakan tariannya.

Pertunjukan Topeng Ireng sendiri terbagi menjadi dua jenis tarian. Yang pertama adalah Rodat yang berarti dua kalimat syahadat. Tarian ini ditampilan dengan gerakan pencak silat sederhana serta diiringi lagu-lagu syiar Islami. Jenis tarian lainnya adalah Monolan yang melibatkan penari dengan kostum hewan. Tarian ini melibatkan unsur mistik serta gerak pencak silat tingkat tinggi. Durasi pertunjukan Topeng Ireng sangat fleksibel, tidak ada peraturan khusus mengenai lamanya tarian. Penampilan para penari bisa dibuat 15 menit, 10 menit, bahkan 5 menit saja.

Sebagai seni pertunjukan rakyat, pertunjukan Topeng Ireng biasanya dilaksanakan ketika sedang ada acara tertentu semisal upacara bersih desa, kirab budaya, festival rakyat, maupun acara-acara seni tradisi dan budaya lainnya. Tempat dilangsungkannya pertunjukan ini tidak menentu. Namun, daerah yang paling banyak menampilkan pertunjukan Topeng Ireng adalah desa-desa yang terletak di lereng Merapi Merbabu.[kll]



Sharing halaman ini ke Website favorit Anda
| More...
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 




 

Events Schedule

Mountain & Rafting

Pendakian Gunung Slamet GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
 
Ayung Rafting Bali, Seru dan Menyenangkan Griyawisata.com, Ayung Rafting Bali merupakan tujuan wisata yang siap untuk menguji nyali Anda. Mencoba wisata rafting a...
 
Jogging Sambil Narsis Di Pemandangan Alam Kehijauan Griyawisata.com, Inilah para wanita, narsis bisa dimanfaatkan dimana saja. Selain di mall-mall, di kampus-kampus dan di ...
 

Nasional

Senja Menyapa Taman Kota Bagansiapiapi

GriyaWisata.Com-Taman Kota Bagansiapiapi terletak di Jl. Aman, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Taman ini sengaja dibuat...

Taman Dolog Ikon Dari Kota Surabaya

News image

GriyaWisata.Com-Perkembangan pesat terlihat pada pembangunan taman Dolog di Surabaya. Taman ini siap dibuka untuk umum....

Hotel dengan Sentuhan Rumah Bangsawan Jawa Tempo Dulu

GriyaWisata.Com-Private boutique hotel Yogyakarta dengan sentuhan hunian Bangsawan tempo dulu "Rumah Joglo" yang terletak di...

Internasional

Desain Hotel Lord South Beach Oleh BH + DM: Sebuah Hotel Kaum Gay

GriyaWisata.Com-Hotel yang penuh dengan warna cerah ini sangat tepat untuk Anda kunjungi. Hotel ini sangat...

Wisata ke Batu Caves - Tempat Suci Hindu

GriyaWista.Com-Mengatakan bahwa ada beberapa ras di Malaysia, di mana proporsi tertinggi Melayu, yang Cina, lagi,...

Zurich, Kota Tertua Di Eropa

GriyaWisata.Com-Sebagai kota terbesar di Swiss dan sekaligus kota tertua di Eropa, Zurich pertama kali didirikan...

Culinary Corner

Resto Jepang Hotel Shangri-La

GriyaWisata.Com-Nadaman, restoran Jepang di Hotel Shangri-La Jakarta, menawarkan masakan lobster dan udang.  Enam jenis masakan...

Sajian Lezat Tori Udon Mie Khas Jepang

GriyaWisata.Com-Semangkok udon yang hangat mengepul bisa jadi pilihan jitu. Kuahnya ringan gurih dengan mi yang...

Ayam Goreng Toni Jack's Mulai Di Gemari Masyarakat

GriyaWisata.Com-Bumbu racikan masakan Indonesia menjadi andalan Toni Jack's. Ungkapan dari para pengunjung di resto yang...