Sekilas Tentang Kampung Tugu

E-mail Print

GriyaWisata.Com-Siapa yang yang tak mengenal kampung tugu, kampung yang berada di kawasan Jakarta utara ini yang dahlunya adalah kawasan rawa-rawa yang merupakan sarangn nyamuk malaria. Dan masih banyak sekali berbagai penyakit di daerah ini, untuk bertahan hidup masyarakat sekitar kampung ini berburu binatang liar, menangkap ikan, serta mengumpulkan hasil alam yang di dapat dari hutan.

Nama "tugu" sendiri mempuyai berbagai fersi tersendiri seperti bahwa nama tugu adalah sebagai tanda batas karena bayaknya wilayah yang ada di sekiatar kampung ini, versi lain mengatakan nama tugu diambil dari kata POT-TUGU-ESE (PORTUGIS), dan versi yang terhakir adalah di ambil dari sebuah nama prasasti yang ditemukan di daerah ini yang menyerupai telur besar, terbuat dari batu bertulis huruf pallawa dan berbahas sansekerta. Dimana batu ini merupakan salah satu dari tujuh prasati dari Raja Purnawarman kerajaan tarumanegara.

Pada masa penjajahan Belanda banyak sekali orang Portugis yang ditangkap oleh Belanda sebagai tawanan perang, dimana awalnya tawanan ini memeluk Agama Katolik dan bila ingin bebas tawanan ini harus memeluk Agama Kristen Protestan yang merupaka Agama resmi Belanda, dan mereka yang masuk Agama tersebut disebut Demardikerers, yang berarti orang yang Merdeka. kemudian di bangunlah sebuah Gereja bagi mereka yang bersedia mengahupus nama-nama keluarga atau keturunan Portugis serta menggantinya dengan nama-nama Belanda.

Pada masa sekarang ini masyarakat asli kampung tugu sekitar 300an Orang dari 1.200 jiwa mereka masih tinggal dan bekerja di kampung tugu, dan sisanya tinggal di Negara Belanda, sekitar 500 orang berada disana, dan ada juga yang tinggal di daerah Jayapura Papua.

Daerah tugu sendiri sebuah situs Prasejarah yang tak bisa dilupakan  mulai dari mas bercocok tanam sampai dengan mas perdagangan, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan-peningalan sejarah yang di temukan. Sekarang ini kampung tugu merupakan warisan kebudayaan yang khas, kampung tugu sendiri sering di kunjungi wisatwan asing dan harus tetap dipertahankan untuk ke asliannya. [wahyu/kll]

Tags:
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 




 

Events Schedule


Nasional

Mitoni Tradisi Yang Penuh Art, Part II

GriyaWisata.Com-Calon ibu kini berbusana kain jarit yang diikat longgar dengan letrek yaitu sejenis benang warna...

Upacara Bhuta Yadnya Sebuah Permohonan Kepada Sang Hyang Widhi

GriyaWisata.Com-Upacara Bhuta Yadnya adalah upacara yang di tujukan kepada Bhuta Kala agar jangan mengganggu ketentraman...

Upacara Pemandian Anak Daro; Sebuah Pencapaian Integritas

GriyaWisata.Com-Meskipun sekarang ini acara memandikan Calon Mempelai Wanita/ anak daro tidak dilakukan lagi, namun beberapa...

Internasional

Satu Lagi Kereta Terbang Dari Jepang.

GriyaWisata.Com-Yusuke Sugahara, peneliti dari Tuhoku University, Jepang membuat prototipe kereta terbang pertama di dunia. Ia...

Malaysia Pamerkan Bandung Sebagai Tempat Wisata Warganya.

GriyaWisata.Com-Bandung memiliki daya tarik tersendiri bagi Negara Malaysia. Entah ada apa, Malaysia tiba-tiba mempromosikan BAndung...

Ada lagi, Mobil Bisa Terbang.

GriyaWisata.Com-Mempercayai bahwa mobil terbang akan muncul dalam kehidupan kita, akan tetapi penemuan misterius ini sekarang...

Culinary Corner

Roti Bakar Isi Sarden

GriyaWisata.Com-Menu apa lagi yang paling mudah dibuat selain olahan roti? Jika bosan dengan roti bakar...

Benarkah Bahan Coca-Cola Air Ludah...?

GriyaWisata.Com-Coca-cola saat ini adalah produk minuman yang paling mendunia dan terkenal. Diseluruh penjuru dunia pasti...

Cara Membuat Tahu Petis

GriyaWisata.Com-Cara Membuat Tahu Petis Bahan I:1 1/2 sdm petis udang2...