Griyawisata.com, Bukit Lawang merupakan bagian dataran rendah dari Gunung Leuser di Sumatera Utara dengan kondisi masih berupa rimba belantara. Konon namanya berasal dari suatu bukit yang dipenuhi tanaman lawang. Lokasinya, berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser, terletak pada ketinggian 100m-200m dari permukaan laut dengan kondisi bentang alam berbukit-bukit. Di saat matahari mulai terbit, cahayanya mulai menghangatkan daun-daun pepohonan, berpadu dengan gemuruh sungai yang mengalir bak pita biru membelah kehijauan hutan, keindahan pagi hari di Bukit Lawang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Daerah Bukit Lawang mulai dikenal pada tahun 1973, ketika dua orang ilmuwan zoologi dari Swiss membangun pusat rehabilitasi orang utan dengan tujuan untuk menampung dan melepaskan kembali orang utan peliharaan ke kawasan ini. Namun berbagai fasilitas seperti penginapan, rumah makan dan warung cenderamata telah bertumbuh pesat disini. Perkembangannya pada pertengahan tahun 1990-an, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara terutama dari Eropa mencapai lebih dari 20 ribu orang dalam setahun. Pada tahun 2003, banjir bandang menyapu Bukit Lawang, menghancurkan sebagian besar fasilitas dan menelan korban lebih dari 200 orang, kunjungan wisatawan pun menurun secara drastis. Kini beberapa tahun belakangan, tempat ini mulai menggeliat kembali. Turis-tuns dari Eropa mulai berdatangan kembali.
Di Daerah Bukit Lawang kita bisa menikmati makanan yang dihidangkan berbagai warung makanan, barang cenderamata dan berbagai barang kebutuhan lainnya. Penginapan dan restoran terdapat di sepanjang kedua sisi sungai. Hotel penginapan menawarkan harga murah di bawah 100 ribu rupiah sampai yang cukup mahal di atas 250 ribu rupiah per malam. Menu yang ditawarkan di restoran juga cukup beragam, ada yang menyajikan makanan lokal atau menu makanan Barat.
Setiap liburan sekolah, Bukit Lawang dipenuhi oleh para wisatawan domestik yang datang untuk berekreasi dan mandi di sungai. Salah satu sungai yang sangat dikenal adalah Bahorok, sungai yang menawan mengalir di Taman Nasional Gunung Leuser. Selain menikmati air sungainya, kita juga bisa melihat orang utan yang sedang atraksi. Untuk melihat atraksi ini, kita harus berjalan ke arah hulu sungai sampai bertemu gerbang masuk Taman Nasional Gunung Leuser, kemudian dilanjutkan menuju lokasi pengamatan orang utan.[wlmn/yd/sr]