Semakin Rendahnya Peminat Suling Enrekang, Sulawesi Selatan
GriyaWisata.Com-Suling susun enrekang, alat musik tradisional Suku Massenrengpulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang terancam punah. Mungkin banyak yang tidak tahu apa itu suling susun enrekang, bagaimanakah alunan musiknya. Kabupaten Enrekang, terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 236 kilomter dari Kota Makassar, dan berbatasan dengan kabupaten Toraja.Di kota yang memiliki pemandangan alam yang indah inilah dilaksanakan gelar budaya, yang menampilkan berbagai tradisi masyarakat dari 27 kabupaten di Sulawesi Selatan. Diantaranya, tradisi Pasalonreng ini.
Tradisi ini berasal dari Kabupaten Maros yang biasanya dilakukan setiap 3 tahun sekali, setelah panen raya. Tradisi ini melibatkan 36 orang, dua orang diantaranya merupakan tokoh utama, yakni salonreng, yang diperankan oleh seorang wanita, dan serebandang yang diperankan seorang pria.
Biasanya, ritual ini didahului dengan pemotongan hewan korban berupa kerbau. Pada puncaknya, ritual ini mempertontonkan adegan mistik, yakni menusuk diri dengan badik. Tradisi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan memiliki banyak kesamaan. Disamping kaya akan tradisi, Sulawesi Selatan juga kaya akan budaya. Seperti tarian para bissu, yang berasal dari Segeri, Kabupaten Pangkep.
Para penarinya bukanlah orang biasa, tetapi para bissu yang terdiri dari para waria yang memiliki kesaktian. Para bissu ini memiliki posisi penting dalam tradisi Bugis kuno. Terutama untuk upacara adat.
Menurut sejarahnya, para bissu ini merupakan benteng terakhir yang menjaga tradisi Bugis kuno. Mereka terdiri dari para waria yang memiliki kesaktian, yang menguasai bahasa Torilangi atau bahasa dewata. Sehingga para bissu ini diyakini memiliki kemampuan berkomunikasi dengan arwah leluhurnya dan melihat masa depan.
Kesaktian para bissu ini terlihat dalam tarian maggiri' atau tarian menusuk, tarian spiritual para bissu. Tidak semua waria dapat menjadi bissu, karena mereka adalah waria pilihan yang mendapat wangsit.
Budaya Sulawesi Selatan juga kaya akan permainan. Seperti permainan ayunan raksasa, yang tiangnya terbuat dari pohon pinang.
Kabupaten Enrekang memiliki banyak permainan, tradisi dan kesenian. Seperti seruling yang terbuat dari tanah. Peniup seruling ini sudah sangat langka, tinggal satu orang saja di Enrekang.
Tradisi dan permainan rakyat merupakan bagian dari kekayaan suatu suku bangsa. Karena itu, dia tetap kekal bersama dengan keberadaan suku bangsa itu sendiri. Seperti halnya tradisi dan permainan rakyat di Sulawesi Selatan.
Suling susun enrekang disebut masyarakat Suku Massenrengpulu (Maiwa, Duri dan Enrekang) sebagai musik bas, semua peralatannya terbuat dari bahan bambu pelang atau petung, bentuknya menyerupai peralatan musik angklung dari Jawa Barat. Angklung dan musik bas dimainkan secara berkelompok. Bedanya, alat musik angklung mengandalkan bunyi suara bamboo, sedangkan musik bas adalah alat musik tiup. Alat tiup itu pun terus berkembang dan menjadi sarana hiburan rakyat di pedalaman Enrekang, dilengkapi alat tabuh yang dibuat dari kulit sapi dan dimainkan beramai-ramai pada saat upacara adat, menyambut musim panen atau pesta rakyat.
Dalam legenda rakyat Massenrengpulu, alat itu konon ditemukan oleh seorang pengembala kerbau. Awalnya ia membuat alat tiup dari batang merang padi yang dimainkan di atas kerbau sambil menunggui padi di kaki Gunung Bambapuang. Sang pengembala kemudian mengganti alat tiup dari batang merang itu dengan bambu dan terciptalah suling bamboo dengan suara yang lebih merdu dari suara yang ditimbulkan batang merang padi.
Pada zaman pendudukan Belanda, musik bas mengalami perkembangan, meskipun teknik pembuatannya sangat tradisional. Aturan solmisasinya semakin sempurna karena nadanya diselaraskan dengan menggunakan standar suara garpu tala. Selain suling, peralatan musik itu dilengkapi alat bas terbuat dari bambu berukuran sedang. Untuk bas A terdiri nada do, mi, sol, bas B nada fa, la. Sedangkan bas C terdiri dari nada re dan si.
Musik bambu sebagai musik warisan leluhur ini sepertinya tak bisa dibiarkan punah begitu saja. Perlu pelestarian nyata oleh seluruh lapisan masyrakat. Merupakan tugas bersama untuk tetap mempertahankan alunan musik suling susun enrekang di tanah air tercinta. Semoga dengan dihadirkannya pertunjukkan suling susun enrekang di festival Musik Bambu mendatang, akan memberikan pencerahan bagi masa depan musik bambu Indonesia.
- Jumat, 21 Desember 2012 10:17
- Minggu, 16 Desember 2012 08:10
- Sabtu, 15 Desember 2012 14:30
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
ingin penampilan putri tercintamu semakin cantik dan menggemaskan?pakaikan yuk dia gelang tangan perak lapis emas putih desain istimewa dan ..
ingin penampilan putri tercintamu semakin cantik dan menggemaskan?pakaikan yuk dia gelang tangan perak lapis emas putih desain istimewa dan ..
hiasi penampilanmu dengan perhiasan perak lapis emas putih dari mahirasilver, tersedia aneka perhiasn perak dengan desain elegan, trendy, da..
hiasi penampilanmu dengan perhiasan perak lapis emas putih dari mahirasilver, tersedia aneka perhiasn perak dengan desain elegan, trendy, da..
koleksi ready kami beraneka ragam.terbuat dari bahan yang nyaman.sms kami di 081325271717
TOUR & TRAVEL GUIDE
Ingin Awet Muda, Ikuti Kebiasaan Ini
GriyaWisata.com - Menjaga tubuh akan tetap prima dan awet muda adalah impian setiap orang. Untuk bisa mencapainya, tentu ada beberapa kebiasaan yang harus dilakukan.
Nih Diet Ok...! Buat Yang Ingin Diet
GriyaWisata.com - Pengaturan makan dengan penyesuaian jumlah, jenis dan jadwal atau 3J bisa menjadi kunci sukses diet untuk menurunkan berat badan, kata dokter spesialis gizi klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, Luciana B Sutanto.









