Griyawisata.com, Asap beracun dari kebakaran hutan Rusia terus menyelimuti ibukota Moskow. Menurut pihak berwenang, angka kematian di kota itu telah menjadi dua-kali lipat. Dikatakan, sekitar 700 orang kini terancam kematian setiap hari, kira-kira dua-kali lipat angka normal.
Juga ada laporan bahwa kamar-kamar mayat di kota itu sudah terlalu penuh... setelah korban bertambah sejak suhu udara yang tinggi dan asap beracun menyelimuti kota itu. Resminya, lebih dari 50 orang telah tewas terkait kebakaran hutan.
Regu pertolongan darurat mengatakan, mereka mencapai kemajuan tapi masih ada lebih dari 500 kebakaran di seluruh Rusia.
Gelombang panas yang melanda Rusia, khususnya Moskow pada musim panas ini disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam kurun waktu 1.000 tahun. "Fenomena ini sangat unik. Bisa dikatakan tak ada yang serupa dengan ini di wilayah Rusia selama 1.000 tahun terakhir sehubungan dengan panas," kata Alexander Frolov, kepala badan cuaca Rusia seperti dilansir Guardian, Selasa (10/8).
Gelombang panas tersebut telah menyebabkan kebakaran hutan yang luas hingga menimbulkan kabut asap tebal yang menyelimuti Moskow dan daerah-daerah Rusia lainnya. Bahkan menurut otoritas kesehatan Rusia, hidup di Moskow beberapa hari terakhir ini ibaratnya sama seperti mengisap sebungkus rokok per hari.
Untuk mengatasi gelombang panas, pejabat-pejabat kota Moskow telah membuka sekitar 123 ruangan-ruangan dengan pendingin udara (AC) serta penyaring udara. Akibat gelombang panas dan kabut asap, banyak turis asing membatalkan tur dan reservasi hotel mereka di Rusia.
Suhu udara di Moskow belakangan ini berkisar sekitar 38 derajat Celcius. Lebih dari 550 lokasi kebakaran yang mencakup sekitar 17 ribu hektar hutan masih terjadi di berbagai penjuru Rusia.[hg/ms]
| < Prev | Next > |
|---|

