Griyawisata.com, Kamis, 22 Juli 2010, dikabarkan bahwa peninggalan arkeologi yang tersebar hampir terdapat di seluruh wilayah Papua yang dapat berpotensi menjadi aset pariwisata bagi daerah dan masyarakat. "Jika dikelola dengan baik, peninggalan arkeologi di Papua yang sangat beragam bisa menjadi obyek wisata yang menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Papua," ungkap Peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Klementin Fairyo di Jayapura.
Sejauh ini benda cagar budaya yang terdapat di wilayah Papua belum mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang optimal sebagai aset pariwisata karena seluruh peninggalan arkeologi tidak ternilai harganya sehingga hanya sekali dibuat pada suatu peristiwa di masa lalu. Maka dengan itu, benda-benda cagar budaya harus dilestarikan agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Menurut Klementin, agar benda-benda cagar budaya di Papua bisa menjadi aset wisata yang bernilai ekonomis, dibutuhkan pengemasan dengan memberi makna pada obyek arekologi bernilai sejarah tersebut. Karena benda cagar budaya merupakan benda yang tidak dapat berbicara apa-apa sehingga tidak memberi daya tarik apa pun bagi para wisatawan. "Benda cagar budaya baru dapat berdaya guna tinggi bagi pariwisata apabila dilakukan dengan baik," imbuhnya. Pengemasan benda cagar budaya dapat dilakukan dengan menyediakan informasi tentang lokasi peninggalan arkeologi dalam bentuk peta atau papan nama penunjuk jalan sehingga memudahkan masyarakat untuk berkunjung ke tempat tersebut.[wlmn/arstn]
| < Prev | Next > |
|---|

