Griyawisata.com, Hujan lebat selama dua (2) hari yang mengguyur bumi Bupolo menyebabkan beberapa anak sungai meluap hingga menyebakan banjir.
Daerah yang sudah menjadi langganan tetap banjir yakni kecamatan Waeapo, karena daerah tersebut memiliki banyak anak sungai yang besar dan kecil. Betapa tidak pada musim hujan yang mengguyur dataran Waeapo sangat lebat dan terjadi selama dua hari dua malam, Selasa dan Rabu kemarin, sehingga beberapa anak sungai meluap serta menyebabkan beberapa desa dan dusun yang ada di kecamatan ini terendam oleh air. Desa dan dusun yang terendam air masing-masing diantaranya, desa Waenetat/Mako, Air Madidih, Unit 18, Deboway, Unit R dan Wamsait.
Pantauan langsung dilapangan Kamis sore kemarin (05/08/10) genangan air di jalan utama Mako tingginya sekitar lutut dan pinggang orang dewasa sehingga menyebabkan kegiatan pemerintahan dan perekonomian di kecamatan Waeapo lumpuh total akibat banjir. Pusat perekonomian di ibukota kecamatan Mako terlihat digenangi air seperti kantor kecamatan, Polsek, Koramil, pasar Mako dan beberapa toko menyelamatkan barang-barangnya agar terhindar dari banjir. Terlihat juga beberapa warga yang rumahnya tergenang air mengungsikan hewan-hewan ternaknya yaitu, kerbau, sapi, kambing dan ayam. Bahkan warga yang mempunyai rumah tingkat menaikan perabot rumahnya ke tempat yang lebih tinggi.
Menurut Yayat salah seorang warga translok dari desa Wamsait hingga kini dirinya belum bisa melihat rumahnya di desanya akibat banjir karena saat datangnya hujan dirinya tidak sempat pulang. Hal ini disebabkan Ia sedang berjualan di Mako. “Saat ini saya belum bisa pulang kerumah karena jalan belum bisa tembus kesana dan saya sementara tinggal menumpang di Mako menunggu banjir surut”, harap Yayat. Lain lagi dengan Juainidi warga desa Waenetat yang rumahnya terendam banjir, rumahnya tergenang air setinggi pinggang orang dewasa. “Kami sekeluarga terpaksa mengungsikan barang-barang kami ke tempat yang lebih aman pasalnya banjir kali ini tidak setinggi dua minggu yang lalu”, kata Junaidi pasrah.
Sedangkan Wakil Bupati Buru Ramly Umasugi, S.Pi, MM ketika meninjau langsung desa dan dusun yang terkena banjir dengan menggunakan perahu karet dan langsung menginstruksikan jajarannya cepat mengantisipasi banjir yang merendam sebagian kecamatan Waeapo. Pemerintah Kabupaten Buru menurut Ramly Umasugi sebelumnya juga telah menurunkan Satgas penanggulangan beencana alam yakni Tagana, Dinas Sosial, Dinas Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi Kabupaten Buru dan dari Basarnas. Tampak Wakil Bupati Buru yang didampingi Dandim 1506 Namlea Letkol. Art. Ade Wihanto serta beberapa kepala SKPD Kabupaten Buru sedang meninjau lokasi pengungsian di eks lokasi panen raya untuk melihat kondisi para pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Buru juga membuat posko darurat tanggap bencana alam yang terletak di jalan Flamboyan Mako dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru juga telah menurunkan tim kesehatan serta obat-obatan apabila ada warga yang sakit. Kodim 1506 Namlea dan Polres Buru juga telah menurunkan anggotanya untuk membantu dan mengevakuasi warga yang terkena banjir ke daerah yang lebih aman.[kb/ms]
| < Prev | Next > |
|---|

