Griyawisata.com, Sejumlah daerah di Kupang, NTT, masih menyimpan sisa-sisa pertempuran tentara Jepang melawan KNIL (tentara Hindia-Belanda yang sebagian pasukannya adalah pribumi Indonesia) dan tentara Australia. Dilokasi tersebut, ada dua jenis peninggalan pertempuran yaitu meriam dan bungker yang masih utuh sampai sekarang.
Namun sebanyak dua ratus tentara Australia mendarat di Kupang untuk membantu tentara Belanda mempertahankan Pulau Timor dari serangan Jepang pada tahun 1941. Australia khawatir kedatangan Belanda ke Pulau Timor akan memuluskan langkah mereka menyerang Australia. Mereka bersiap dengan ratusan bungker di perbukitan Kelurahan Penfui, Kelurahan Oepura, dan Kelurahan Kelapa Lima.
Bungker berfungsi sebagai tempat persembunyian untuk menghadapi musuh. Pada awal 1942, satu pesawat tempur Jepang muncul tiba-tiba dan menembak jatuh pesawat tempur milik Belanda sehingga tentara Belanda terus membangun bungker. Bahkan, bungker dibangun dalam rumah penduduk, sekolah, dan kantor.
Tentara Belanda mulai merekrut pemuda untuk dilatih menjadi tentara cadangan. Namun di tengah persiapan, tentara Jepang menyerang lagi pada Februari 1942. Ditahun tersebut juga, penduduk diminta mengosongkan Kupang dan pergi ke tempat persembunyian yang sudah disiapkan. Dalam pertempuran, hampir seluruh tentara Australia tewas. Jepang kemudian membangun pemerintahan dipimpin seorang wakil Menseibu.[WLMN/YD]
| < Prev | Next > |
|---|

