Griyawisata.com, Diet yang seimbang dan dengan restriksi (pengurangan) kalori, latihan dan modifikasi kebiasaan, menurut staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dr H Bambang Edi Susyanto MKes, merupakan pendekatan yang lazim dalam penanganan obesitas.
Pengurangan energi harian (asupan makanan) berkisar 200-1.500 Kkal dan selama empat minggu puasa kehilangan berat badan berkisar dari 0,5-6,0 kilogram. Tidak ada perbedaan bermakna dalam kadar glukosa, protein total, trigliserida dan kolesterol total, HDL serta LDL dalam sampel darah yang diambil sebelum, selama dan setelah puasa.
”Data menunjukkan bahwa puasa Islam aman dan dapat digunakan sebagai strategi untuk mencegah dan
mengendalikan obesitas,” kata dr Bambang pada seminar kesehatan ”Kiat Sehat bagi Penderita Diabetus Melitus, Stroke dan Hipertensi dalam Menghadapi Puasa Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Imani Prokami di gedung pertemuan (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bulaksumur, Yogyakarta.
Menurut Dokter Bambang, kesimpulan hari hasil penelitiannya tentang profil penderita diabetus melitus (DM) adalah proporsi yang besar pada kedua tipe pasien DM yang berpuasa selama Ramadhan merupakan tantangan baru para dokter.
”Diperlukan edukasi yang baik sebelum berpuasa, diseminasi panduan puasa (guideline), dan penelitian lebih lanjut tentang dampak puasa terhadap morbiditas dan mortalitas,” ujarnya.
Sedangkan mengenai pengaruh puasa terhadap pasien dengan hiperlipidemia, diperoleh hasil penelitian bahwa puasa Ramadhan dengan asupan lemak dan kalori yang rendah menyebabkan penurunan kadar lemak plasma pada pria dengan hiperlipidemia.
Untuk menjawab pertanyaan apakah puasa berpengaruh terhadap insidensi stroke. Dikatakan oleh Dokter Bambang, dari hasil penelitiannya pula didapat bahwa perawatan inap pasien dengan penyakit-penyakit yang merupakan faktor risiko stroke, tidak berbeda bermakna selama Ramadhan jika dibandingkan dengan bulan sebelum dan setelah Ramadhan.
Serta bagaimana pengaruh puasa terhadap pasien dengan penyakit jantung, disimpulkan pengaruh puasa selama Ramadhan pada pasien stabil dengan penyakit jantung adalah minimal, karena itu kebanyakan pasien dengan penyakit jantung yang stabil dapat berpuasa.
Dipaparkan pula oleh Dokter Bambang, bahwa hasil-hasil penelitian menunjukkan keamanan puasa jika dilakukan dengan benar, tidak hanya pada pelakunya yang sehat bahkan juga dalam keadaan sakit. Karena itu para dokter muslim harus meningkatkan pemahaman hukum-hukum agama yang berkaitan dengan puasa, agar dapat memberikan konseling dengan baik kepada pasien diabetes.
Sasaran tembak di Inggris:
Sepintas para penderita obesitas di Inggris terkesan bukan dibantu untuk mengatasi kegemukan tapi dituding-tuding. Paling tidak begitulah kesannya, walau jelas sebenarnya tujuan pemerintah jelas untuk membantu para penderita obesitas demi, atau ehm… mengurangi beban anggaran kesehatan nasional NHS.
Jadi Menteri Kesehatan Umum Inggris, Caroline Flint, ditunjuk untuk merangkap jabatan Menteri Kebugaran. Tugasnya adalah mengupayakan latihan olahraga menjadi rutinitas dalam kehidupan orang Inggris, demikian BBC. Dan dilancarkanlah kampanye ‘Small Change Big Difference,’ yang kalau diartikan menjadi Perubahan Kecil demi Perbedaan Besar. Sementara Perdana Menteri Tony Blair pun menyarankan orang agar lebih sering menggunakan tangga, dan bukan naik lift.
Berdasarkan perkiraan, jika tidak ada perubahan dalam tata cara hidup warga Inggris, maka pada tahun 2010 nanti sepertiga pria Inggris menderita obesitas. Kecenderungan peningkatan obesitas juga terjadi di kalangan anak perempuan, menjadi 22% dan anak laki-laki sebesar 19 %. Padahal sekarang ini saja obesitas sudah menggerogoti anggaran Dinas Kesehatan Nasional Inggris, NHS.
Dr. Ian Campbell, ahli kebugaran, memperkirakan uang yang dihabiskan untuk mengatasi obesitas di NHS mencapai milyaran Poundsterling. Maklumlah, obesitas umumnya berkaitan dengan penyakit diabetes, jantung, maupun darah tinggi yang memerlukan pengobatan jangka panjang.
Dan Lembaga Fertilitas Inggris menyarankan agar pengobatan kehamilan tabung dengan biaya NHS tidak diberikan kepada para perempuan yang tergolong obes. Alasannya adalah tingkat keberhasilan di kalangan perempuan obes tergolong rendah, sekaligus mengajak para perempuan untuk juga memperhatikan berat badannya.
Seakan para penderita obesitas ini masih perlu ditekan lagi, dikeluarkan pula peta tentang obesitas di Inggris. Dan resiko obesitas terbesar adalah di kawasan Easingtong, di Inggris Utara, yaitu 22% di atas rata-rata, sementara yang terendah di pusat kota London, antara lain di kawasan Chelsea dan Kensington, tempat tinggal para selebriti, milyuner asing, dan para pemain sepakbola. Sementara Easington adalah bekas tempat pertambangan, yang umumnya berpenduduk berpenghasilan rendah.
Jadi apakah kemudian obesitas juga berhubungan dengan tingkat ekonomi. Entahlah. Peta obesitas Inggris melihat ada hubungan antara gaya hidup dengan obesitas, dan di kota-kota besar orang semakin
cenderung bergaya hidup sehat, dengan makan buah dan sayur-sayuran, atau naik sepeda dan olahraga rutin. Jadi tidak lagi duduk di depan TV dengan segelas besar coke atau sekaleng bir sambil menyantap sepiring besar kentang goreng. Dan perubahan gaya hidup ini yang ingin dicapai oleh pemerintah Inggris, jadi bukanlah menuding penderita obesitas.[bk/vo]
| < Prev | Next > |
|---|

