Griyawisata.com, Ditengah suasana muram dan sedih yang tampak di barak-barak pengungsi Merapi, dua orang relawan asal Jepang Hirohito Suzuki dan Keisuke Hitano nampak asyik mengajak anak-anak bermain rugbi, permainan yang sedikit asing bagi bocah-bocah kecil di kaki gunung tersebut. Namun keceriaan yang terpancar dari wajah mereka cukup menenangkan dan seolah memberi isyarat tidak ada masalah.
"Kedatangan relawan Jepang tersebut memiliki nilai positif bagi upaya pemulihan kondisi mental bagi para korban erupsi Gunung Merapi khususnya usia anak-anak," ungkap Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP saat mendampingi kedua relawan Jepang tersebut beraktivitas di barak pengungsian Purwobinangun dan Hargobinangun Pakem, Senin 1 November 2010. Turut mendampingi staf Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Sleman lainnya adalah Roch Ikhsan dan Haryanto.
Wasita menambahkan bahwa 2 (dua) orang relawan tersebut berasal dari Hitachi Corporation dan Japan Travel Agent yang sengaja datang ke Yogyakarta untuk membaur sekaligus menghibur masyarakat korban bencana alam khususnya anak-anak sekolah. Kedatangan ke Yogyakarta kali ini adalah kedatangan yang ke lima kalinya setelah sebelumnya membaur dan memberikan pelajaran permainan rugbi bagi anak-anak korban gempa tahun 2006 silam.
Hirohito mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang membaur dengan masyarakat Yogyakarta yang memiliki modal sosial yang tinggi berupa “kegotong-royongan”. Hal tersebut sesuai dengan filosofi permainan rugbi yaitu “satu untuk semua, dan semua untuk satu”. Intinya adalah semangat kebersamaan. Ia berharap apa yang dilakukannya meskipun sangat sederhana dapat menghibur.
Anak-anak di barak pengungsian Purwobinangun dan Hargobinangun Pakem begitu senang bermain rugbi sebagaimana diajarkan kedua relawan tersebut. Sebagaimana diungkapkan Fikri salah seorang siswa kelas V SD Kaliurang II bahwa ia merasa senang dengan permainan rugbi yang diajarkan Hirohito dan Keisuke. Setelah sebelumnya merasa sedih dan gundah akibat letusan Gunung Merapi dan harus tinggal di barak pengungsian, kini permainan tersebut cukup menghibur dan menghilangkan rasa duka meskipun hanya untuk sementara waktu. Yang jelas kedatangan mereka sangat berkesan karena dapat mengenal permainan rugbi yang mengasyikkan. Hal senada diungkapkan Fian salah seorang siswa SD di Purwobinangun kelas IV bahwa ia sangat senang dan terkesan dengan kedatangan relawan asal Jepang tersebut.
Bahkan Marjuki seorang guru di SD Kaliurang II mengatakan bahwa sebagai guru pihaknya senang dengan kegiatan yang dilakukan relawan tersebut. Paling tidak mereka dapat mengenalkan salah satu olah raga yang belum banyak dikenal para siswa, disamping dapat memberikan hiburan kepada para siswa yang memang sedang mengalami kedukaan dan kegundahan. Intinya mereka dapat menumbuhkan semangat yang baru bagi anak-anak dan bukannya menyerah terhadap kondisi yang sedang dialaminya. Marjuki bahkan sempat mengundang kedua relawan tersebut untuk datang ke sekolahnya di waktu-waktu mendatang.[wlmn/rilis/ms]
| Next > |
|---|

