Griyawisata.com, Dunia parisiwata di Yogyakarta dan sekitarnya memang terpuruk dengan meletusnya Gunung Merapi. Banyak kunjungan wisatawan dibatalkan, meski untuk wisatawan mancanegara yang over land atau masuk paket tour dari Jakarta dan Bali masih berdatangan dengan jalan darat.
Maka, dengan evaluasi status Merapi, melegakan insan pariwisata. Karena ada pemahaman jarak aman ancaman awan panas. Sehingga menghembuskan pemahaman bahwa Yogyakarta tetap aman dikunjungi.
"Krisis Merapi sudah terlampui. Kini potensi ancaman bergeser ke lahar dingin di sekitar sungai yang punya hulu di Merapi. Kalau berada di luar itu masih cukup aman dikunjungi, " kata Christian Awuy, pengelola hotel di Kaliurang, Sleman kepadaJurnal Nasional, Senin (15/11)
Sebelumnya Badan Geologi Nasional merilis status Merapi bahwa zona bahaya di Boyolali dan Klaten berkurang menjadi 10 km dari puncak Merapi, sedang wilayah Kabupaten Magelang 15 km dan Sleman tetap 20 km.
"Kami ingin kabarkan kepada masyarakat, Yogyakarta masih aman dikunjungi. Silakan datang lagi ke Yogyakarta, termasuk melihat proses erupsi Merapi dalam jarak aman," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir dihubungi terpisah bahwa titik tujuan wisatawan seperti Malioboro disebutkan sudah kembali normal.
Penutupan obyek wisata hanya dilakukan di kawasan yang berada dalam zona bahaya. Wisatawan masih bisa berkunjung seperti ke Candi Prambanan, Ratu Boko, Malioboro, museum, meski sebelumnya pernah diguyur abu vulkanik. Hanya akses ke Bandara Adisutjipto saja yang masih menunggu evaluasi terkait status Merapi terkini.
Tertutup
Untuk kawasan wisata di Kalurang, Turi dengan kebun salak pondoh dan Cangkringan memang, hingga hari ini masih tertutup karena berada dalam kawasan zona bahaya yakti 20 km dari puncak Merapi. Di Kaliurang ada sekitar 280 wisma dan penginapan dengan 3.000 kamar yang tutup sejak erupsi Merapi, Selasa (26/10) lalu.
Pelaku wisata di kawasan lereng Merapi berharap masyarakat bisa memaklumi kondisi bahaya saat ini. Namun pelaku wisata sudah menyiapkan aneka program dalam upaya recovery dan promosi wisata di Sleman.
"Kita tak bisa buka karena ancaman Merapi masih tinggi. Tapi sudah ada rencana kerja bakti membersihkan area wisata jika nanti evaluasi status Merapi diturunkan," kata Christian. [bw/is]
| < Prev | Next > |
|---|

