Griyawisata.com, Wacana PT Garuda Indonesia melakukan IPO (Initial Public Offering-IPO) 2011 via Bursa Efek Indonesia (BEI) diwanti-wanti jangan sampai kasus mirip PT Krakatau Steel. Diperkirakan saham PT Garuda masuk dalam golongan blue chip dan harusnya saham itu nanti dijual dengan harga premium.
Namun sayangnya, sejumlah pihak mirip kasus PT KS, berupaya mengambil keuntungan dari murahnya saham Garuda yang disinyalir diobral sekitar harga Rp 850 per saham. Karena semata-mata mengejar target IPO BUMN. “Saya melihat hal ini seperti kejar target. Kepentingan publik harusnya diutamakan. Kalau mau jual saham, ya dengan harga yang tinggi dong,” kata pengamat pasar modal, Yanuar Rizki kepada wartawan di Jakarta, (30/11) 2010.
Yanuar mencurigai, ada pihak yang sedang mengincar ambil untung sesaat dibalik IPO Garuda. Karena kejar target maka terkesan dipaksakan. Harus ada kepastian hukum dan itu tentunya berpihak ke negara bukan pemodal terutama asing. “Kalau kita nggak ada kepastian hukum namanya hutan rimba. Sebab, pasar yang dijual adalah kepastian hukum. Saya tidak mau menuduh siapa yang bermain tapi ini kombinasi antara di dalam dan luar negeri,” lanjutnya.
Hal senada juga diutarakan oleh pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy. Dia mengatakan, harus dilihat dahulu siapa konsultan keuangan dan corporate sales-nya. Nanti akan ketahuan, mau dibawa kemana Garuda Indonesia. “Kasus kerusakan sistem integrasi yang kemarin terjadi dan menyebabkan pembatalan penerbangan, membuktikan kalau Garuda belum mampu atau rentan dengan sistem teknologi baru. Sedangkan dunia penerbangan sangat bergantung, tidak hanya pada sistem teknologi tapi juga sumber daya manusia yang berkompeten,” ujarnya.
Garuda Indonesia, lanjut Ichsanuddin, berbeda dengan Krakatau Steel. Perusahaan baja milik pemerintah itu menguasai pasar baja di Indonesia sedangkan Garuda Indonesia masih dalam kapasitas kelas premium atau menengah. “Harus diakui, Garuda Indonesia unggul dalam ketepatan waktu. Minimal memenuhi tiga komponen diantaranya inventaris aset dan situasi perusahaan,” paparnya. [cae/is]
| < Prev | Next > |
|---|








