GriyaWisata.Com-Istana Dalam Loka adalah salah satu budaya tangible yang saat ini masih dapat kita temui, diantara berbagai istana yang tersebar di Nusantara. Istana Dalam Loka terletak di Kota Sumbawa Besar dan merupakan peninggalan Kerajaan Sumbawa yang pada waktu itu merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di Pulau Sumbawa selain Kerajaan Bima, Dompu, Sanggar, Tambora dan sebagainya. Istana Dalam Loka berdiri megah di pusat Kota Sumbawa lengkap dengan berbagai bangunan tradisional yang seringkali menyertai keberadaan sebuah istana kerajaan Islam Nusantara, yaitu masjid kuno.
Istana Dalam Loka merupakan representasi dari keberadaan sebuah kerajaan yang pernah eksis pada jaman dahulu. Bentuk-bentuk peemerintahan kerajaan telah ada di dunia ini sejak beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun yang lalu. Sistem pemerintahan kerajaan yang pernah ada di dunia ini memperlihatkan bahwa sistem tersebut cukup efektif untuk mengatur rakyatnya, karena berbagai keunggulan yang dimiliki terutama oleh pemimpnya dalam hal ini raja atau ratu. Raja atau ratu dengan berbagai kelebihannnya mampu memposisikan diri mereka sebagai seorang yang patut menjadi ”junjungan” seluruh rakyat.
Dalam sejarah kehidupan suku-suku bangsa yang ada di Indonesia, banyak kerajaan yang muncul secara alamiah karena tuntutan untuk menata kehidupan suatu masyarakat. Dalam suatu masyarakat, pastilah diperlukan seorang pemimpin yang dapat mengayomi, memelihara serta memberi rasa aman untuk rakyatnya. Pada masa sebelum terbentuknya sebuah kerajaan tersebut, orang yang mereka pilih sebagai pemimpin pastilah memiliki keunggulan-keunggulan, baik dalam bentuk kesaktian maupun kepemimpinan/kewibawaan yang seringkali diperoleh pemimpin melalui berbagai legitimasi supranatural.
Seorang pemimpin yang terpilih diantara rakyat banyak memiliki berbagai sebutan diantaranya adalah raja. Setelah seseorang dipilih menjadi raja, maka pemimpin tersebut akan membentuk sistem pemerintahan yang disebut kerajaan, lengkap dengan berbagai atribut yang menyertainya, misalnya adanya istana kerajaan, pegawai istana, pengawal istana, abdi istana, prajurit dan sebagainya lengkap dengan berbagai benda pusaka sebagai simbol legitimasi supranatural seorang raja yang bertahta. Selanjutnya proses regenerasi seorang pemimpin ditentukan oleh raja, bukan oleh rakyat. Biasanya raja akan menunjuk putra mahkota sebagai penerus tahta kerajaan.
Tulisan ini berusaha memaparkan potensi-potensi sosio kultural Istana Dalam Loka, pada masa Kesultanan Sumbawa masih eksis sebagai sebuah kerajaan yang berkuasa dan berdaulat atas sebuah wilayah, dan juga potensi Istana Dalam Loka pada masa kini yang meskipun masih memiliki putera mahkota dan perangkat kerajaan yang cukup lengkap namun peranannya dalam kehidupan sosial budaya bagi masyarakat Sumbawa sudah mulai memudar seiring dengan semakin cepatnya perputaran waktu. Bahan dari tulisan singkat ini merupakan hasil penelitian lapangan tentang Kajian Historis dan Sosial Budaya Istana Dalam Loka yang diadakan pada tahun 2004.
Istana Dalam Loka ini adalah istana kuno yang terbuat dari kayu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III (sekitar tahun 1885 M). Saat ini digunakan/dimanfaatkan sebagai "Museum Daerah Sumbawa" tempat penyimpanan benda-benda sejarah Kabupaten Sumbawa. Seperti alat-alat pertanian yang digunakan pada zaman dulu yang masih tradisional,alat dapur/alat memasa,serta naskah-naskah kuno dan peninggalan sejarah yang lainnya.Istana ini merupakan dua bangunan kembar ditopang atas tiang kayu besar sebanyak 99 buah, sesuai dengan sifat Allah dalam Al - Qur'an (Asma'ul Husna). Di Dalam Loka ini kita dapat melihat ukiran motif khas daerah Sumbawa, sebagai ornamen pada kayu bangunannya. Miniatur Dalam Loka ini dapat dilihat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.[kll]
| Next > |
|---|

