GriyaWisata.Com-Masjid yang pasti terkenal di mata Masyarakat Indonesia dan menjadi kebanggaan warga Jakarta ini merupakan Masjid yang megah, Masjid Istiqlal namanya, di bagun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt atas kemerdekaan yang di dapatkan bengsa Indonesia selama ratusan tahun lamanya, setelah dijajah bangsa Asing yang mencoba menguasai wilayah Indonesia, yang kaya akan sumber daya alamnya.
Masjid yang memiliki arti merdeka merupakan Masjid terbesar Asia Tengara. Dibangun pada tanggal 7 Desember 1954 ini di ketuai oleh H. Tjokroaminoto sebagai ketua yayasan pembangunan masjid, awalnya ide pembangunan Masjid ini dari ide KH.Wahid Hasyim, yang pada masa tersebut menjabat sebagai Menteri Agama RI pertama. Ide ini pun disambut baik oleh Presiden Pertama Indonesia.
Untuk menentukan lokasi pembangunan Masjid ini ditentukan langsung oleh Presiden soekarno. Akhirnya ditetapkanlah lokasinya berdekatan dengan Gereja Katedral dengan tujuan memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan berbangsa.
Rancangan gambar untuk pembangunan masjid ini dilakukan dengan sayembara yang di nilai oleh Presiden sendiri sebagai Ketua juri. Selain itu juga ada beberapa juri tambahan lain, seperti Prof.Ir. Rooseno, Ir.H.Juanda, Prof.Ir.Suwardi, Prof. Hamka, H.abubakar Aceh, serta Omear Husein Amin dengan jumlah hadiah sebesar Rp. 75.000,- beserta emas murni seberat 75 gram, di ikuti oleh 27 peserta dan terpilih 5 kandidat yang memenuhi syarat seperti;
1. F. Silaban dengan racangan " ketuhanan"
2. R. Oetoyo dengan rancanganya " Istigfar"
3. Hans Groenewegen degan rancangannya " salam"
4. Mahasiswa ITB (5 Orang) dengan rancanganya " Ilham"
5. Mahasiswa ITB (3 orang) dengan rancanganya "Chatulistiwa"
Akhirnya Arsitektur F. Silaban lah yang memenangkan sayembara tersebut, dengan rancangan "ketuhanan" yang beragama Kristen. Semula pembangunan masjid direncanakn akan memakan waktu selama 45 tahun namun dalam pelaksanaannya ternyata jauh lebih cepat. Yaitu hanya dalam waktu 6 tahun saja tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1987 sudah dapat digunakan, dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Febuari 1987.
Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967 sudah dapat digunakan. Adzan Maghrib yang pertama pun dapat segera dikumandangkan.[wahyu/kll]
| < Prev | Next > |
|---|

