Ini sejarah Penyebaran Islam Di Tapanuli
GRIYAWISATA.com - Mungkin, sebagian di antara kita masih ada yang merasa asing dengan nama “Barus”-sebuah kota tertua di Indonesia yang terletak di pinggir pantai Barat Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah. Tapi, tahukah kita bahwa Barus merupakan perkampungan Arab Muslim pertama di Indonesia
Gelombang pertama masuknya Islam ke Sumut berlangsung sebelum dinasti Sisingamangaraja dimulai pada sekitar pertengahan tahun 1500-an.
Dugaan paling kuat tentang awal masuknya Islam ke Sumut, adalah melalui transit pelayaran antara India atau Persia di sebelah barat dengan Tiongkok di bagian timur. Seperti dinyatakan Ridwan, pelaut-pelaut itu singgah di Barus dalam urusan pribadi, untuk berdagang, bukan penyebaran agama.
Bandar Barus, kini di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, sekitar 280 kilometer dari Medan, waktu itu termasuk tempat persinggahan terbesar di pantai barat Sumatera. Pedagang Gujarat dan Parsia selalu singgah di sini sebelum melanjutkan pelayaran.
Salah satu bukti atau petunjuk tentang mula masuknya Islam masih bisa dijumpai hingga sekarang, berupa makam Islam tua di 11 lokasi. Misalnya komplek makam Syeh Machmudsyah di Bukit Papan Tinggi, dan makam Syeh Rukunuddin di Bukit Mahligai di Desa Aek Dakka. Keduanya wafat pada tahun 440 dan 480 Hijriah. Angka itu diperoleh setelah menafsirkan tulisan pada nisannya.
Menurut penelitian Hasan Muarif Ambary dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada tahun 1978 hingga 1980 dan diulangi pada tahun 1995, di dua komplek makam kuno itu terdapat lebih dari 100 kuburan. Makam tertua di komplek itu adalah makam Tuhar Amisuri. Wafat tahun 602 Hijriah atau 1212 Masehi. Makam tersebut 94 tahun lebih tua dibanding makam Sultan Malikul Shaleh di Mounasah Beringin, Kutakarang, Aceh.
Dengan bukti baru itu, Hasan yang juga guru besar di Fakultas Adab, Institut Agama Islam Negeri Jakarta dan Ketua Dewan Kurator Bayt Al Qur’an dan Museum Istiqlal, Jakarta, menduga bahwa komunitas Islam lebih dulu terbentuk di Barus, daripada di Aceh. Namun karena tak ada bukti-bukti sejarah lebih kuat, tidak bisa disimpulkan bahwa Barus yang masuk dalam wilayah Tapanuli, merupakan kota Islam pertama di Nusantara.
Kesimpulan sementara bahwa Islam masuk pertama sekali melalui Barus cukup beralasan. Berita tentang Kerajaan Islam di Aceh baru diketahui setelah seorang penjelajah dunia Marcopolo menulis, dia sempat singgah di Kerajaan Samudera Pasai tahun 692 H atau tahun 1292 M. Di sana Marcopolo menemui banyak orang Arab menyebarkan Islam.
Catatan lain bersumber dari Ibnu Battuthah, seorang pengembara Muslim dari Maroko yang wafat tahun 1377. Ia singgah di Samudera Pasai tahun 746 H atau tahun 1345 M. Raja waktu itu Malik Al-Dzahir II (1326-1348 M), seorang yang kuat berpegang pada agama Islam dalam aliran Mazhab Syafi’i. Menurutnya Pasai telah menerima Islam dalam jangka masa satu abad sebelum kedatangannya.
Samudera Pasai memang bukan kerajaan Islam pertama di Aceh. Ia adalah kerajaan kedua setelah Peureulak (Perlak) yang berdiri pada hari Selasa, 1 Muharram 225 H dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Bahkan Perlak juga jadi kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Setelah itu baru muncul Samudera Pasai, Kerajaan Aceh Darussalam dan kerajaan-kerajaan bercorak Islam lainnya di Indonesia seperti Malaka, Demak, Cirebon serta Ternate.
Namun pengembangan Islam di Aceh sangat berhubungan erat dengan raja pertama Samudera Pasai Sultan Malikul Saleh (1276-1297 M). Sultan Malik Al – Salih atau biasa disebut Malikul Saleh, nama aslinya Marah Silu sebelum disyahadatkan Sheikh Ismail dari Makkah dan mendapat gelar Al Marhum Paduka Said Samudera setelah meninggal dunia.
Dengan demikian, makam-makam di Barus lebih tua umurnya dibanding masa berdiri kerajaan-kerajaan Islam di Aceh. Bahkan jauh lebih tua dibanding makam Fathimah binti Maimun di Gresik, Jawa Timur. Sebelumnya makam ini dianggap peninggalan Islam tertua di Indonesia karena pada nisan makam wanita asal Arab ini, tertulis angka tahun 475 H/1082 M, atau pada zaman Kerajaan Singasari.[i]
- Senin, 21 Mei 2012 18:00
- Senin, 21 Mei 2012 17:05
- Senin, 21 Mei 2012 16:15
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
nama baju :: p mc 674minimal pembelian:: 1 pcsready warna :: biru, merah, hitam, putihketerangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. peng..
nama baju :: r dress pita pocket minimal pembelian:: 4 pcswarna :: sesuai gambarketerangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. pengiriman..
bahan spandeksmenerima reseller dan grosirhub 081298934168pin bb 28c8cb7cfacebook indo jc butik
kode barang : bf283bahan blazer : babyterrybahan inner : kaosukuran : fit to lharga grosir: rp 60.000/pcsharga reseller : rp 70.000/pcsdeskr..
nama n kode baju :: rainbow knitdeskripsi ::keterangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. pengiriman lewat jasa jne.. pembayaran lewat t..
TOUR & TRAVEL GUIDE
Matahari Bentuk Cincin Api Membuat Langit Redup
Jakarta, Griyawisata.Com -- Matahari dan bulan berada segaris dengan bumi dalam peristiwa astronomi langka pada Minggu, gerhana yang sekejab membuat matahari membentuk cincin api dan meredupkan langit sebagian kawasan Asia dan Amerika Utara.
Peluncuran KA Malioboro Ekspress Kembali Tertunda
Yogyakarta, Griyawisata.Com -- PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta menunda lagi peluncuran kereta Malioboro Ekspres dengan rute Yogyakarta-Malang yang dijadwalkan pada Minggu (25/5/2012). "Rencananya, kereta api ini akan dijalankan pada Minggu (20/5) pukul 21.00 WIB, namun karena ada berbagai pertimbangan lain, maka peluncurannya kembali ditunda," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta.


















