Hari ini: Minggu, 19 Juni 2016 19:43
Barometer Otomotif Terkini

Wisata Kuliner Menikmati Cicah Peugaga Khas Aceh

Selasa, 14 Juni 2016 16:10
Cicah Peugaga Khas Aceh

Lhokseumawe,GriyaWisata.Com – Di bulan Ramadhan ini maka kuliner cicah oen peugaga pun dijual sejumlah pedagang di berbagai pusat jajanan kuliner. Salah satunya di Pasar Cunda, Kota Lhokseumawe.

 
Penganan yang hanya mudah ditemui saat Ramadhan ini salah satu khas penganan masyarakat Aceh untuk berbuka puasa. Masyarakat di luar Aceh mengenal penganan itu dengan sebutan urap daun peugagan, dalam bahasa latin daun itu dikenal ciliantro.
 
Salah warga di Desa Kuta Blang, Lhokseumawe, Aceh, Fadhila Hanum menyebutkan keluarganya rutin membuat penganan khas Aceh itu. Bukan untuk dijual, tapi untuk dikonsumsi sebagai menu berbuka pausa saja, sebut Dhila.
 
Dia menerangkan, masyarakat Melayu menyebut penganan ini dengan nama Ayang Daun Peugagan. Jadi, beda daerah, maka beda pula penyebutannya.
 
Namun, sambung Dhila, penganan itu dipastikan hanya tersedia di Aceh. Urap ini dijual Rp 5.000 per bungkus. Cara membuat penganan ini pun terbilang praktis. Misalnya segenggam daun peugagan diiris halus, lalu siapkan kelapa parut secukupnya.
 
Bahan yang diperlukan lainnya yaitu cabai hijau iris tipis, udang iris tipis, daun jeruk, bawang merah, batang sereh, air jeruk nipis, garam dan air asam. 
 
Setelah bahan tersedia, maka oen peugaga dipotong kecil-kecil, bawang, asam sunti, garam, cabe hijau, daun jeruk dan sereh dicampur semua jadi dalam satu adonan lalu diulek.
 
Sebagian masyarakat menumbuknya ke dalam lesung. Ini tergantung selera masing-masing. Lalu tambahkan udang yang sudah digoreng, kelapa parut lalu ulek kembali dalam adonan. Setelah itu penganan ini siap disajikan atau dijual.
 
Di keluarga kami, tiap Ramadhan sering menyiapkan cicah oen peugaga. Kalau di luar Ramadhan, jarang-jarang kita menyiapkan makanan itu, sebut Dhila.
 
Sementara itu, warga lainnya, Teuku Fakhrizal menyebukan cicah oen peugaga menu wajib berbuka di keluarganya. Rasanya pas, pedas, lemak dan nikmat, sebut Fakhrizal.
 
Di bulan Ramadhan ini, sangat mudah menjumpai penganan itu. Namun, di luar bulan ini, maka sangat sulit menemukan penganan itu. Nah, saatnya menikmati cicah oen peugaga di bulan penuh hikmah ini. Bagi traveler yang penasaran silakan mencoba...  (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Di Kampung Aisau Tanpa Diperintah Lestraikan Penyu
Serui,GriyaWisata.Com - Beberapa spesies penyu bahkan digolongkan sangat terancam punah dan sudah seharusnya kita melindungi penyu demi keberlangsungan hayati, seperti dilakukan penduduk Kampung Aisau, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.