Hari ini: Minggu, 19 Juni 2016 15:29
Barometer Otomotif Terkini

Di Kampung Aisau Tanpa Diperintah Lestraikan Penyu

Kamis, 16 Juni 2016 14:40
Penyu

Serui,GriyaWisata.Com - Beberapa spesies penyu bahkan digolongkan sangat terancam punah dan sudah seharusnya kita melindungi penyu demi keberlangsungan hayati, seperti dilakukan penduduk Kampung Aisau, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

 
Perburuan daging dan telur penyu masih marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Padahal penyu, menurut WWF Indonesia, termasuk dalam golongan hewan terancam punah.
 
Sekitar lima puluh telur penyu baru saja menetas dan nampak tukik jenis penyu abu bergerak aktif. Nanti seminggu lagi kita lepas, agar dia kuat di laut, ungkap Petrus Woriase, Sekretaris Kelompok Penyu di Kampung Aisau.
 
Kampung Aisau memang terbilang berbeda dengan kampung lain, kampung ini secara mandiri membentuk kegiatan konservasi penyu.
 
Setelah ada sosialisasi dari yayasan, kita berkeinginan melestarikan kekayaan alam kita, termasuk kekayaan laut. Tahun 2014, kita melakukan swadaya murni tanpa campur tangan yayasan, sampai sekarang," kata Petrus.
 
Menurut Petrus pada tahun 2015, kampung Aisau pernah diberi upah oleh sebuah yayasan pelindung penyu dan cenderawasih senilai Rp 1,5 juta per bulan untuk segala kegiatan konservasi penyu.
 
Namun sayang, upah tersebut hanya berjalan selama dua bulan. Meski sampai sekarang, Kelompok Penyu di Kampung Aisau masih rajin mencatat laporan tentang konservasi penyu.
 
Walau tidak dibayar kami tetap punya semangat untuk melestarikam tukik. Potensi laut di sini sungguh luar biasa. Ada ikan napoleon, penyu, udang. Di darat ada burung cenderawasih," kata Petrus.
 
Masyarakat Aisau memang memiliki semangat untuk melestarikan kekayaan alam setempat. Di Kampung Aisau tak diperbolehkan mengonsumsi daging maupun telur penyu, tak boleh memburu burung cenderawasih dan mengikutsertakan suvenir cenderawasih untuk perayaan adat. Masyarakat juga tak boleh menangkap ikan dengan cara yang merusak lingkungan.
 
Data Kelompok Penyu di Kampung Aisau mencatat sepanjang tahun 2016 ini sudah ditemukan 28 ekor penyu di pantai Aisau dan 400 tukik sudah dilepaskan ke laut. "Semoga nanti ada turis datang ke sini, potensi darat dan laut kita luar biasa," harap Petrus.  (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Di Kampung Aisau Tanpa Diperintah Lestraikan Penyu
Serui,GriyaWisata.Com - Beberapa spesies penyu bahkan digolongkan sangat terancam punah dan sudah seharusnya kita melindungi penyu demi keberlangsungan hayati, seperti dilakukan penduduk Kampung Aisau, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.