Hari ini: Minggu, 19 Juni 2016 19:47
Barometer Otomotif Terkini

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam

Senin, 13 Juni 2016 14:20
Penyelam

Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.

 
Indonesia adalah salah satu tempat wisata bahari terindah di dunia. Titik diving dan snorkeling tersebar di seluruh Nusantara. Namun, kita wajib menjaga agar wisata bahari Indonesia bisa berkelanjutan.
 
Caranya dengan menjaga biota laut, terutama koral," tutur Nesha Ichida, Co-Founder & Director of Sustainability and Development Divers Clean Action.
 
Divers Clean Action merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kebersihan lingkungan terutama laut. Bersama dua orang lainnya, Nesha membuat panduan untuk para diver dan snorkeler agar tidak merusak biota laut saat sedang berwisata. Mereka sekaligus berupaya mengurangi sampah di perairan Indonesia.
 
Meski diving sudah jadi aktivitas yang cukup populer, tak sedikit penyelam yang asal-asalan dan tidak mengindahkan biota di sekitarnya.
 
Tak sedikit diver yang bumping into corals, itu kesalahan pertama. Padahal, butuh waktu satu tahun untuk menumbuhkan satu sentimeter koral," papar Nesha.
 
Sama halnya dengan snorkeler, yang seringkali menginjak karang untuk pijakan kaki. Apalagi jika snorkeler tersebut menggunakan kaki katak. Biasanya snorkeler menyangka karang yang bulat besar itu mati, bisa diinjak. Padahal enggak, karang itu hidup.
 
Kesalahan umum lainnya adalah memegang biota laut. Tak sedikit turis yang memegang bintang laut, menangkap puffer fish atau clown fish untuk dibawa pulang atau dijadikan pajangan.
 
Untuk mengantisipasi hal itu, Nesha dan kawan-kawan telah membuat panduan detail soal etika diving dan snorkeling. Panduan tersebut disebar ke dive centre di seluruh Indonesia untuk disosialisasikan kepada para wisatawan.
 
Beberapa poin penting dalam panduan tersebut antara lain tidak membuang sampah, tidak memancing/memakan hewan laut yang terancam punah, serta tidak menyentuh biota laut.
 
Panduan untuk di dalam air saja tidak cukup. Agar wisata bahari bisa berkelanjutan, perlu persiapan bahkan dari darat. Menggunakan sunscreen yang aman serta mengurangi sampah sachet misalnya," tutur Nesha.  (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Di Kampung Aisau Tanpa Diperintah Lestraikan Penyu
Serui,GriyaWisata.Com - Beberapa spesies penyu bahkan digolongkan sangat terancam punah dan sudah seharusnya kita melindungi penyu demi keberlangsungan hayati, seperti dilakukan penduduk Kampung Aisau, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.