Hari ini: Rabu, 2 Juli 2014 15:03
Barometer Otomotif Terkini

Nih, Asal Mula Danau Toba

Senin, 23 Juni 2014 16:30
Foto: Ilustrsasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Pada zaman dahulu adalah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan sawah dan ladang untuk keperluan hidupnya.

Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.

Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang Toba langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor ikan pun didapatnya.

Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia menjadi kesal dan memutuskan untuk berhenti memancing, Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan dan menarik pancing itu jauh ketengah sungai.
Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, Karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar. Setelah beberapa lama dia biarkan pancingnya ditarik ke sana kemari, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan itu ditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira sambil melepas mata pancingnya dari mulut ikan itu.

Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuh arti,setelah itu diletakkannya disuatu tempat dan Toba masuk ke dalam sungai untuk mandi.
Perasaannya gembira sekali karena sebelumnya tidak pernah mendapat ikan sebesar itu dan Sambil tersenyum Dia membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang. Hari sudah mulai senja Toba meninggalkan sungai untuk pulang, dan Setibanya di rumah Toba langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.

Pada saat Toba tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar sudah raib alias hilang, tetapi bekas tempat ikan itu tadi terdapat beberapa keping uang emas. Toba terkejut dan merasa heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamar.

Ketika Toba membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena didalam kamar itu berdiri seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai , Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaat kemudian perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang Toba yang terlihat bingung dan sekaligus terpesona karena wajah perempuan itu luar biasa cantiknya.

Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah Toba menyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya kedapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai. Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur itu adalah penjelmaan sisiknya. Setelah beberapa minggu perempuan itu menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat Toba harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya myang menjelma dari ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.

Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir. Anak itu sngat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.

Setelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksa ibunya yanng mengantarkan nasi ke ladang.

Suatu hari, sang anak disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya. Mulanya dia menolak, tetapi karena terus dipaksa ibunya, dengan kesal pergilah sang anak mengantarkan nasi itu ,  Di tengah jalan sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayah sudah merasa sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan, maka si ayah jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasinya itu. Kesabaran si ayah jadi hilang dan dia pukul anaknya sambil mengatakan: “Anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”

Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya dan mengadukan semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendakinya.

Ketika tampak oleh sang ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah mereka itu. Ketika dia tiba di tepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang megelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedang Pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.[n]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Diskon Voucher Hotel, Domestik Dan Internasional Dan Dapatkan Berbagai Benefit Dari Reservasi Anda. Hub: 0215747057
Dapatkan Tiket-tiket Promo Liburan Keluarga Anda, Perjalanan Dinas, Online Domestik Dan Internasional, Resv: 0215747057
Sewa Mobil Lebaran
Dapatkan Kesempatan Paket Spesial Lebaran, Sewa Mobil Dengan Kendaraan Terbaik. Hubungi 0215747057
Solusi Promosi Anda
Solusi Promosi Produk-produk Perusahaan Anda, Dan Dapatkan Target Terbaik. Hub. 0215747057
Nikmati Kesempatan Liburan Bersama Keluarga Idaman Anda, Paket Promo Asia. Hub: 0215747057

TOUR & TRAVEL GUIDE

Kiat Hilangkan Bau Mulut
GriyaWisata.com - Bau mulut atau halitosis merupakan suatu gejala yang harus diketahui penyebabnya. Segeralah mengunjungi dokter gigi untuk mengatasinya. Jika tidak, bau mulut tersebut akan menimbulkan pengaruh negatif dalam bisnis, pergaulan, bahkan kehidupan perkawinan. 

Kiat Agar Puasa Anda Lancar
GriyaWisata.com - Ramadhan merupakan bulan suci yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Ramadhan tak hanya mengajarkan bersabar menahan lapar dan dahaga sejak terbit hingga terbenam matahari, namun sarat dengan nilai mulia.