Hari ini: Sabtu, 17 Oktober 2015 12:43
Barometer Otomotif Terkini

Tujuh Destinasi Wisata Prioritas akan Dikembangkan Pemerintah

Kamis, 15 Oktober 2015 14:09

Ketujuh destinasi wisata itu adalah Danau Toba Sumatera Utara, Labuan Bajo Flores, Yogyakarta, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo Malang, Belitung, dan Wakatobi Sulawesi Tenggara. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan, pariwisata Indonesia selama ini sangat tergantung kepada Bali dalam menghasilkan devisa. Oleh karena itu, destinasi wisata di luar Bali juga perlu dikembangkan. 

 

”Selama ini kita mengandalkan Pulau Bali secara berlebihan. Kalau seperti itu, kita tidak bisa mencapai target pariwisata,” kata Rizal di Jakarta baru-baru ini. Salah satu destinasi yang akan fokus dikembangkan adalah Danau Toba yang disebutnya akan menjadi ”The Monaco of Asia”. Pemerintah pun berencana menanamkan investasi dalam bentuk infrastruktur, seperti jalan, air bersih, sistem drainase, jaringan internet, dan pelabuhan udara. ”Kita akan perbaiki airport yang dekat situ (Danau Toba). Wisatawan nanti tidak perlu lagi lewat (Kualanamu) Medan,” ucap dia. 
 
Untuk mempercepat pengembangan, Rizal pun menekankan perlu dibentuknya lembaga yang dikelola secara otonom yang ia sebut Toba Tourism Authority. Dia pun melanjutkan, area di sekitar Danau Toba akan difokuskan pada real estate berupa pembangunan permukiman bergaya town house dan hotel dengan level internasional. 
 
”Kita rencanakan hotel internasional ada 10 di situ. Tapi tidak dibangun sekaligus dalam satu tahun,” tambahnya. Rizal pun menekankan perlunya pencitraan setiap destinasi wisata berupa storyline sebagai identitas sehingga destinasi wisata tidak hanya menjual keindahan alamnya. Rizal mengatakan, proyek wisata Danau Toba yang dikembangkan akan menjadi model bagi pengembangan destinasi wisata yang lainnya. 
 
”Di Yogyakarta dan sekitarnya, misalnya, ada Borobudur dan Prambanan. Ini akan dikembangkan religious tourism ,” kata Rizal. Rizal mengatakan, pengembangan destinasi wisata tersebut dilakukan demi memenuhi target pemerintah dalam lima tahun mendatang dalam bidang pariwisata. Beberapa target itu antara lain jumlah wisatawan naik dari 10 menjadi 20 juta/tahun, jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata naik dari tiga menjadi 7 juta, dan devisa meningkat dari USD10 miliar menjadi USD20 miliar. 
 
Untuk mencapai hal itu, Rizal mengatakan bahwa pemerintah akan menerapkan strategi perluasan bebas visa. Pemerintah, kata dia, baru saja menambah daftar negara bebas visa sebanyak 45 negara sehingga total negara yang bebas visa menjadi 90 negara pada tahun ini. Selain itu, mantan menteri keuangan tersebut mengatakan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan status keamanan udara dari kategori I menjadi kategori II dalam satu hingga satu setengah tahun. 
 
Dia juga mengaku akan memperkuat lobi dengan mengangkat duta besar di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk memuluskan keinginan itu. Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Sumber Daya Ridwan Djamaluddin menambahkan, tujuh destinasi wisata tersebut merupakan pengembangan tahap pertama. 
 
Dalam lima tahun ke depan, kata dia, pemerintah berencana mengembangkan 25 destinasi wisata. (koransindo-RF)
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Wisata Pulau Cambang-cambang
Di masa pemerintahan Syamsuddin A. Hamid sebagai Bupati Pangkep. Ia menorehkan sejarah baru dalam hal mengembangkan dan membangun potensi kepulauan sebagai daerah strategis.

ada 8 "Tips Traveling" yang "Haram" untuk Diikuti
www.griyawisata.com – Pecinta traveling pasti sering mencari artikel dan buku-buku referensi sebelum melakukan perjalanan. Inilah delapan tips traveling yang tak perlu Anda ikuti.Manjakan diri saat liburanAnda mungkin pernah membaca tips yang berkata bahwa dalam liburan tidak perlu menghemat biaya. Tips ini sebaiknya tidak perlu diikuti.Di berbagai tempat Anda bisa menemukan makanan enak yang murah, penginapan yang terjangkau, dan lokasi wisata yang tidak seberapa mahal. Jika memang Anda memiliki tabungan yang terbatas, batasilah pengeluaran walau sedang berlibur.Jauhi tempat-tempat ramaiTempat yang sangat terkenal memang selalu ramai sekali. Sebut saja Eiffel atau Tembok Besar China. Namun, bukankah tempat-tempat ini memang sangat indah dan layak dikunjungi?Bila Anda tak suka keramaian, solusinya bukanlah tidak pergi ke tempat tersebut. Coba cari tips di internet kapan waktu terbaik atau paling sepi untuk mengunjungi tempat-tempat ramai turis agar Anda bisa menikmati lokasi itu dengan lebih nyaman.