Hari ini: Minggu, 19 Juni 2016 18:57
Barometer Otomotif Terkini

Ada 2 Gunung Untuk Mendaki Di Tanah Karo

Senin, 7 Maret 2016 12:23
Pusuk Buhit (Foto)

Sinabung,GriyaWisata.Com - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, sempat menjadi primadona alias destinasi para pendaki dalam dan luar kota hingga turis mancanegara. Namun, sejak mengeluarkan erupsi pada 2014 dan kian memburuk, para pendaki mencari destinasi lain untuk “menyalurkan” hobi mereka.

 
Gunung nonaktif seperti Pusuk Buhit dan Gunung Sibuatan yang juga berada di Kabupaten Tanah Karo adalah satu di antaranya. Pasalnya, walaupun menjadi gunung nonaktif, Pusuk Buhit dan Sibuatan memiliki daya tariknya sendiri yang membuat para pendaki bisa berlapang dada tidak bisa mendaki Gunung Sinabung lagi.
 
Pendakian ke gunung Pusuk Buhit, menawarkan sudut bukit dan pemandangan persawahan hingga Danau Toba dari kaki gunung Pusuk Buhit yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sianjur Mula-mula, Pangururan, dan Harian Boho. Pemandangan barisan bukit sudah tampak sedari kaki gunung. Bagi Anda yang berjiwa berpetualangan kawasan Pusuk Buhit memiliki kontur lahan yang sangat berbeda dari gunung-gunung lainnya di Sumatera Utara.
 
Jalan berliku-liku yang memutari bukit, menawarkan padang sabana seperti yang ada di pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok. Bahkan keindahan bunga matahari tumbuh mekar menjadi penghias di kawasan kaki gunung. Jika cuaca sedang tidak berkabut, pemandangan bukit-bukit sekitaran Danau Toba dan persawahan yang berkotak-kotak dengan aneka warna tampak indah dari atas gunung.
 
Untuk mencapai ke puncak Pusuk Buhit ada 7 bukit yang harus diputari jika Anda melalui rute datar, lama perjalanan bisa mencapai 7 jam. Tapi jika ingin jalur menantang ada rute singkatnya, yakni melewati 7 tanjakan dengan melewati kontur tanah yang curam dan terjal, lama perjalanan paling lama hanya 4 jam.
 
Dua rute tersebut merupakan jalur dari Desa Limbong, akses yang sudah dibuka oleh masyarakat sekitar yang juga sering menyambangi puncak bukit untuk memanjatkan harapan. Pusuk Buhit yang masih dianggap gunung sakral dan keramat yang penuh mitos dapat mengabulkan doa.
 
Gunung Sibuatan
 
Kemudian ada Gunung Sibuatan, di Desa Nagalingga, Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sepanjang jalur pendakian ke Gunung Sibuatan, wisatawan bisa menemukan beberapa tumbuhan kantong semar dan anggrek liar.
 
Tumbuhan langka tersebut akan tampak menempel pada batang pohon besar sekitaran hutan rimba Gunung Sibuatan. Tumbuhan itu juga berada di sepanjang jalan. Tidak jarang juga suara monyet terdengar dari kejauhan. Jika beruntung, kondisi hutan yang masih lebat memang jarah tampak monyet menampakkan diri, tetapi tidak sedikit pula yang melihat monyet saat pendakian menuju puncak. Menurut Ahmad seorang pendaki menuturkan untuk mencapai area camp saja di Gunung Sibuatan membutuhkan perjuangan yang cukup memacu adrenalin
 
Tapi banyak yang dilihat selama proses perjalanan. Memang kalau jarak memang paling jauhlah dibanding gunung Sumut lainnya. Tapi, pemandangannya buat puas para pendaki, waktu ke puncak 8-9 jam pun terbayar. (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Di Kampung Aisau Tanpa Diperintah Lestraikan Penyu
Serui,GriyaWisata.Com - Beberapa spesies penyu bahkan digolongkan sangat terancam punah dan sudah seharusnya kita melindungi penyu demi keberlangsungan hayati, seperti dilakukan penduduk Kampung Aisau, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.