Griyawisata.com, Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Propinsi Jatim memprediksikan puncak lebaran pada angkutan udara terjadi pada H-1 atau Kamis (9/9). Sementara itu, arus baliknya diperkirakan terjadi pada H+2 atau Senin (13/9).
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub dan LLAJ Prop Jatim, Sumarsono, mengatakan, ada beberapa kebijakan di masing-masing sektor, baik di angkutan jalan, angkutan penyeberangan, angkutan kereta api, angkutan laut, dan angkutan udara. Untuk kebijakan angkutan Udara, ada tiga hal. Pertama, akan disediakan penambahan flight apabila terjadi lonjakan yang sangat tinggi.
Kedua, mengoptimalkan pembelian tiket online. Ketiga, penetapan tarif angkutan udara. Namun, penetapan tarif ini masih ada dua kebijakan yang perlu diperhatikan, yakni penetapan tarif harga jual perusahaan angkutan udara niaga berjadwal harus tetap dapat menjamin keselamatan penerbangan dan dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan. “Penyelenggara bandara diminta ikut memonitor pemberlakukan tarif harga jual penumpang kelas ekonomi angkutan udara dalam negeri,” tambahnya.
Pemberlakukan tarif itu, didasarkan pada KM 9 Tahun 2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi dan KM 11 Tahun 2007 tentang Tarif Toferensi Untuk Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi.
Berdasarkan data yang dihimpun Dishub dan LLAJ Jatim, prediksi jumlah penumpang pada angkutan udara pada tahun ini meningkat sekitar 10% atau 487.782 penumpang. Pada tahun 2009 jumlah penumpangnya mencapai 443.438 penumpang atau 32,29%, tahun 2008 berjumlah 335.195 penumpang.
Berdasarkan data yang dihimpun Dishub dan LLAJ Jatim, prediksi jumlah penumpang pada angkutan udara pada tahun ini meningkat sekitar 10% atau 487.782 penumpang. Pada tahun 2009 jumlah penumpangnya mencapai 443.438 penumpang atau 32,29%, tahun 2008 berjumlah 335.195 penumpang.
Dia menjelaskan, pada persiapan lebaran tahun ini jika dibandingkan persiapan lebaran tahun sebelumnya tidak ada perubahan yang signifikan atau semua persiapan sama persis dari tahun sebelumnya. “Tidak ada yang berubah, semua persiapan tetap sama, baik pada angkutan di jalan, angkutan angkutan penyeberangan, angkutan kereta api, angkutan laut, dan angkutan udara,” paparnya.
Sementara itu, untuk memperlancar arus mudik di Bandara Juanda, pihak Administrator Bandara (Adban) Juanda menambah jumlah troli menjadi seribu troli baru (kereta pengangkut barang) yang ditempatkan di teras kedatangan terminal domestik dan internasional.
Penambahan ini dilakukan bentuk meningkatkan pelayanan pada penumpang serta mengantispasi persiapan lebaran tahun ini. Penambahan seribu troli itu diharapkan bisa memuaskan penumpang. Apalagi, menjelang masa liburan Lebaran ini, jumlah penumpang diperkirakan meningkat.
Dengan tambahan itu, jumlah troli yang tersedia di Bandara Juanda sebanyak 1.460 buah. Jumlah tersebut dibagi dua, yakni 730 buah di terminal domestik dan 730 di terminal internasional.[kjn'sw]






