Selain rasanya yang manis, ukurannya pun relatif besar dengan berat 90 gram hingga 225 gram dengan diameter mencapai 7 cm. Setelah masa panen, jeruk ini yang terpenting dapat awet dan tahan lama. Sekitar delapan hingga 10 hari. Bahkan usianya pun dapat lebih panjang.
Tidak hanya masyarakat Karo yang menyukai jeruk siam dengan berbagai kelebihannya, melainkan digemari pula oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi permintaan bibitnya karena banyaknya peminat jeruk siam madu karo tersebut. Pemilik UD Agro Nusa di Medan, Iswahyudi mengalami lonjakan permintaan bibit jeruk varietas ini hingga 100%.
Bibit pohon yang dulu biasanya dia jual dengan maksimal 2000 bibit, tapi saat ini pesanan mencapai hingga 4000 bibit setiap bulannya.Permintaan yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Sulawesi, Aceh, Bangka Belitung, dan Jawa Barat. demikian yang dikatakan Iswahyudi.
Harga jualnya beragam. Untuk bibitnya yang berukuran tinggi sekitar 30 cm atau umurnya belum mencapai 10 bulan, dijual dengan harga Rp 15.000 per pohonnya. Sedangkan yang berumur sekitar 1,5 tahun atau tingginya melebihi 50 cm, ia menjualnya dengan harga Rp. 25.000. Maka dari itu ia dapat mengantongi pendapatan paling tidak sekitar Rp.80 juta per bulan, jika harga rata-rata bibit 20.000 per pohon.
Keunggulan lainnya dari jeruk siam Karo ini, memiliki umur yang lebih panjang bila dibandingkan dengan pohon jeruk lain. Menurut Iswahyudi eruk siam madu karo bisa hidup hingga 20 tahun.
Adapun pohon jeruk lain hanya mampu bertahan sekitar 10 tahun. Petani akan lebih beruntung dengan umur yang lebih panjang dari jeruk itu. Apalagi, tambahnya, Jeruk ini bisa panen tiga bulan sekali atau setahun empat kali.
Ketika sudah berumur 2,5 tahun, pohon jeruk siam madu karo mulai berbuah. Produksi setiap pohon berkisar antara 100 kilogram (kg) hingga 300 kg dalam sekali panen. Saat ini harga jeruk madu berkisar Rp. 10.000 - Rp.12.000 per kg, di Sumatera Utara.
Rata-rata hasil produknya di jual ke luar daerah atau propinsi, diantaranya Riau, Jambi, dan beberapa kota lain di Pulau Jawa. Ada sekitar 50 persennya ke Jakarta, jelas Iswahyudi.[sis/pl]
| < Prev | Next > |
|---|

