Sekaten Di Solo

E-mail Print

Griyawisata.com, Meskipun tradisi gunungan sekaten setiap tahun dilaksanakan, tidak menyurutkan niat ribuan masyarakat untuk berdesak-desakan dan rela berebutan gunungan sekaten. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah gunungan yang dikeluarkan tahun ini lebih sedikit yakni hanya tiga pasang yang berasal dari Keraton Surakarta, Pemerintah Kota Solo dan Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Pada tahun-tahun sebelumnya jumlahnya mencapai delapan pasang gunungan yang terdiri dari gunungan laki-laki dan perempuan. Prosesi keluarnya gunungan dimulai dari Kori Brojonolo di Keraton Surakarta dengan ditandai oleh dibunyikannya terompet dan tambur dan diberangkatkan Raja Surakarta PB XIII Hangabehi.

Selanjutnya tiga pasang gunungan dibawa ke halaman Masjid Agung untuk didoakan. Tetapi belum sempat gunungan selesai didoakan oleh ulama keraton, ribuan masyarakat yang sudah menyemut di halaman Masjid Agung sudah berdesakan untuk mendapatkan isi gunungan. Dan hanya dalam hitungan menit, gunungan tersebut sudah habis diperebutkan oleh warga. Bahkan rangka gunungan yang terbuat dari kayu juga turut diperebutkan.

Menurut Wakil Pengageng Sasanao Wilopo Keraton Surakarta, KRAr Winarno Kusumo, gunungan merupakan simbol dari Manunggaling Kawula Gusti . Dimana seorang raja harus memperhatikan rakyatnya dengan membagi-bagikan hasil bumi. "Gunungan laki-laki terdiri dari berbagai macam hasil bumi seperti kacang-kacangan, buah-buahan dan hasil bumi lainnya dan bentuknya lebih lancip. Kalau gunungan perempuan berbentuk seperti tampah dan berisi makanan seperti rengginan atau makanan yang terbuat dari nasi kering," jelasnya.

Dilihat dari sejarahnya, sekaten merupakan tradisi yang sangat erat dengan penyebaran Agama Islam di tanah Jawa. Sekaten diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW dan tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1478 pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Dalam ritual sekaten tersebut dilakukan pengucapan dua kalimat syahadat (syahadatain) yang dulunya untuk mengajak orang Jawa masuk Islam. Sebelum gunungan dibawa masuk ke halaman Masjid Agung, terlebih dahulu diawali dengan ceramah agama yang dilakukan ulama.

Ceramah yang diberikan berisi tentang lahirnya Nabi Muhammad SAW, seusai mendengarkan ceramah agama, para jamaah juga dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Menurut salah satu warga, Mbah Surip (73) asal Tawangmangu, Karanganyar, setiap tahun selalu mendatangi tradisi sekaten ini. Bahkan dirinya rela berdesak-desakan untuk berebut gunungan. "Tadi dapat kayu rangka gunungan dan daun pisang. Jika ditanam di sawah, akan cepat panen dan daunnya akan diberikan kambing biar cepat melahirkan. Ini kan sudah kepercayaan," ujarnya. Cuaca yang sangat panas, tidak mengurungkan niat warga untuk berebut gunungan. Bahkan mereka juga rela mengais sisa-sisa gunungan yang berjatuhan hanya untuk mendapatkan berkah dari sekaten.[wlmn/rr]

Comments (0)

Write comment

 

Events Schedule

No current events.

Europe

Museum Pohon di Buka di Swiss Griyawisata.com, Museum ini didisain dan dibangun oleh arstitek lansekap asal Swiss, yaitu enzo enea. Tapi, tentu saja...
 
Monumen Patung Raksasa Penjaga Makam Griyawisata.com, Colossi Memnon merupakan dua patung batu besar Firaun Amenhotep III yang menjaga pekuburan Theba selam...
 
Kuil Budha Terbesar di Eropa Griyawisata.com, He Hua merupakan kuil Budha terbesar di Eropa yang dibangun dengan gaya tradisional China. Bangunan ini...
 

Asia

Bandara Suvarnabhumi di Thailand Griyawisata.com, Di Thailand tepatnya 25 kilometer sebelah timur Bangkok, terdapat Bandara Suvarnabhumi. Bandara yang di...
 
Stasiun Kereta Api Kuno Kuala Lumpur Griyawisata.com, Jika Anda ingin berlibur bersama keluarga ke Luar negeri sekaligus mengenalkan sejarah kepada Anak, tid...
 
Wisata Jalan-Jalan ke Kuala Lumpur - Malaysia Griyawisata.com, Jika Anda ingin bepergian ke Kuala Lumpur, Malaysia, jangan lupa untuk mengunjungi beberapa tempat yang...
 

Australia

Wisata Pulau Tasmania Griyawisata.com, Pulau yang dikenal dengan karakter kartun Looney Tunes, Taz si Setan Tasmania, berevolusi menjadi sebua...
 
Peselancar Tewas Diserang Hiu Griyawisata.com, Seorang pria Australia berusia 31 tahun meninggal setelah diserang hiu ketika berselancar di pantai dek...
   

America

Air Terjun Di Menara Solar City Tower Griyawisata.com, Persiapan-persiapan sudah dilakukan untuk menyemarakkan Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro Brazil, padah...
 
Mercusuar Wings Neck Griyawisata.com, Massachusetts, Amerika Serikat. Di tepi karang berbatu yang menghadap lautan, ada berdiri sebuah Mercu...
 
Tempat Suci Umat Budha Yang Terbesar di Amerika Griyawisata.Com, Hsi Lai adalah sebuah kuil Budha terbesar yang dihuni oleh sejumlah biarawan dan biarawati. Kuil Budha ...
 

Mountain & Rafting

Puncak Merapi, Yogyakarta Griyawisata.com, Puncak Merapi merupakan salah satu gunung berapi di Yogyakarta. Gunung Merapi letaknya kurang lebih 30 ...
 
Pecinta Alam Dating Berkunjung Ke Gunung Slamet Griyawisata.com, Gunung Slamet berada di barat laut atau sekitar 30 kilometer dari Kota Purbalingga. Setiap tahun, khusu...
 
Wisata Uji Nyali di Sungai Logawa, Banyumas Griyawisata.com, Sungai Logawa, Banyumas, merupakan wisata untuk melakukan uji nyali berkaitan dengan kegiatan arung jer...
 

Nasional

Berlibur Sekaligus Berolah Raga di Merapi Golf - DIY

Griyawisata.com, Bersantai menikmati liburan sambil bermain golf di ketinggian 800 meter diatas laut adalah pemandangan...

Panorama Goa Batu Hapu

Griyawisata.com, Goa Batu Hapu yang terletak di Desa Batu Hapu Kecamatan Hatungun merupakan goa yang...

Taman Wisata Alam Pulau Kembang

Griyawisata.com, Taman Wisata Alam Pulau Kembang terletak di Kecamatan Alalak, Kabupaten Dati II Barito Kuala,...

Internasional

Museum Pohon di Buka di Swiss

Griyawisata.com, Museum ini didisain dan dibangun oleh arstitek lansekap asal Swiss, yaitu enzo enea. Tapi,...

Monumen Patung Raksasa Penjaga Makam

Griyawisata.com, Colossi Memnon merupakan dua patung batu besar Firaun Amenhotep III yang menjaga pekuburan Theba selama...

Air Terjun Di Menara Solar City Tower

Griyawisata.com, Persiapan-persiapan sudah dilakukan untuk menyemarakkan Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro Brazil, padahal masih...

Culinary Corner

Resto Taman Hek, Nuansa Pedesaan

Nama : Resto Taman HekMenu andalan : Gurame asem manis, Nasi timbel komplit, tempe mendoan.Minuman...

Garang Asem Yang Maknyus

Rumah Makan Sari AsemLokasi : Lokasinya persis di seberang gedung Yayasan Jamaah Haji Kudus, sekitar...

Berwisata Kuliner Dengan Nuansa Jawa

Griyawisata.com, Menikmati wisata kuliner nusantara. Di pulau timur, anda bisa menemukan berbagai rumah makan khas daerah...