Hari ini: Rabu, 29 April 2015 11:37
Barometer Otomotif Terkini

Yuk, Mampir ke Rumah Adat Nias

Senin, 17 November 2014 08:30
Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Berkunjung ke Nias tidak lengkap jika tidak mengunjungi rumah adat besar Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanamaya, Kabupaten Nias Selatan.  

 

Rumah adat besar ini terletak di perkampungan tempat atraksi lompat batu atau lebih dikenal dengan atraksi "uang seribu".

Dari fisik bangunannya, rumah ini paling besar di antara rumah adat lain di perkampungan tersebut. Tak heran jika Martinus (59), pengetua adat mengatakan bahwa rumah adat besar ini merupakan rumah raja dahulu kala.

Menurut Martinus rumah adat besar tersebut telah didirikan sejak tahun 1835. Rumah adat besar ini terdiri atas dua bagian, bagian depan berbentuk seperti aula yang digunakan untuk pertemuan-pertemuan khusus, sedangkan bagian belakang terdiri atas lima kamar tidur.

"Dulu (kebijakan adat) diputuskan di sini, setelah diputuskan di sini baru diangkat ke forum umum, supaya nanti tidak ada lagi perdebatan-perdebatan," kata Martinus.

Untuk memasuki ruang pertemuan rumah adat yang berbentuk seperti rumah panggung ini pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga. Sesampainya di sana pengunjung akan melihat ukiran-ukiran yang terdapat pada dinding ruang tersebut. Di antaranya gambar kapal, yang menurut Martinus menceritakan masuknya kapal pertama ke Nias, yakni kapal asal Portugis.

Selanjutnya ukiran cicak yang terdapat pada dinding bagian atas yang merupakan suatu kepercayaan jika terdengar suara cicak berbunyi saat rapat, hal ini berarti keputusan yang diambil saat rapat sudah tepat.

Di sisi lain dinding, terdapat ukiran kursi tempat orang-orang terdahulu menempatkan sebuah patung dengan dihiasi beberapa dedaunan untuk kemudian disembah saat mereka masih menganut animisme, sebelum kepercayaan (agama) masuk ke desa tersebut.

Pada bagian atas (langit-langit) tergantung gendang raksasa yang dibunyikan saat pesta-pesta pernikahan atau jika ada bangawan yang meninggal ataupun penyambutan tamu-tamu agung.

Tengkorak rahang babi yang tergantung pada sebatang kayu di langit-langit ruang pertemuan juga menambah kesan unik rumah adat tersebut.

Hingga saat ini rumah adat besar tersebut masih ditinggali oleh Martinus yang juga merupakan keturunan kelima dari raja bersama dengan keluarganya dan dua keluarga adik-adiknya.

Dengan usia yang telah mencapai lebih dari 200 tahun, rumah yang keseluruhannya terbuat dari kayu ini masih terlihat kokoh. Hal ini dikarenakan bangunan tempat tinggal raja tersebut terbuat dari kayu kuat, yang disebut Martinus "kayu besi", kayu lokal khas Nias, di antaranya kayu hitam kavini, kayu berua, kayu manawadane, dan kayu afoa.

Walaupun demikian, beberapa kayu pada rumah adat besar tersebut telah lapuk dan Martinus menilai perlu dilakukan renovasi, namun sayangnya belum ada perhatian khusus dari pemerintah untuk hal ini.

"Kami memohon perhatian dari pemerintah, karena kami dari keluarga tidak sanggup untuk renovasi, hanya membersihkan, apalagi masalah anak-anak sekolah kami, kami sudah fokus di situ," kata Martinus.

"Hasil penjualan karet hanya Rp7.000 hingga Rp10.000 rupiah per kilo, setiap hari hanya menipu-nipu waktu di kebun, karena tiap hari ada tamu, tidak mungkin kami menutup pintu untuk tamu," tambahnya.[ant]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Bagaimana Anda Memperkenalkan Produk-produk Baru Perusahaan Anda, Untuk Mendapatkan Target Terbaik. Hub. 0215736969
Rencanakan Perjalanan Keluarga Anda Dengan Wisata Hemat Mengunjungi Destinasi Terbaik
Dapatkan Tiket-tiket Promo Liburan Keluarga Anda, Perjalanan Dinas, Online Domestik Dan Internasional, Resv: 0215736969
Dapatkan Promo Holiday Dan Diskon Voucher Hotel

TOUR & TRAVEL GUIDE

Menikmati Monumen Kediri Rasa Perancis
(GriyaWisata.com) Pengunjung menikmati wisata Monumen Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Juni 2015, Festival Danau Maninjau Digelar
(GriyaWisata.com) Panorama Danau di Bawah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (6/6/2013). Danau di Bawah adalah danau kembar dan salah satu dari lima danau yang ada di Sumatera Barat yaitu Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau di Bawah, Danau di Atas dan Danau Talang.