Obyek Wisata Ciampea

E-mail Print

Griyawisata.com, Bogor bisa jadi pilihan bagi para petualang yang berdomisili di Jabotabek maupun kota-kota lain yang berdekatan. Jarak yang tidak terlalu jauh itu memudahkan untuk dapat mengunjungi kawasan ini pada akhir pekan. Ada tiga buah area potensial wisata petualangan yang ada di daerah tersebut. Ada Sungai Cisadane untuk para pengarung jeram, Gua Gajah untuk para penelusur dan tebing Ciampea untuk peminat panjat tebing.

Untuk menuju wiasata ini dari kota Bogor kita bisa langsung menuju ke Ciampea dengan menaiki angkot dari terminal Merdeka. Agar lebih mudah maka peminat dapat menghubungi para pecinta alam di Jakarta untuk menjadi pemandu. Kawasan berpotensi wisata ini sebetulnya arena mereka berlatih.
Di Ciampea banyak potensi wisata petualangan yang terpendam.

Naga di Cisadane
Sungai yang berhulu di Gunung Gede ini terentang dengan gradien penurunan rata-rata yang tidak terlalu curam membuat sungai ini sangat layak untuk diarungi. Bulan yang baik untuk mengarungi sungai ini adalah antara November sampai dengan April, karena selain bulan-bulan tersebut debit air yang ada cenderung sangat kecil sehingga membuat pengarungan tidak menarik.

Untuk memasuki sungai ini bisa melalui jembatan Cisadane yang terletak tak jauh dari pasar Ciampea. Di pinggir jalan sebelah kanan ada bangunan tua bekas pabrik pembuatan roti yang pelatarannya bisa digunakan sebagai tempat untuk memompa perahu karet dan mengganti baju. Titipkan saja baju dan perlengkapan yang lain pada pemilik warung di depan bangunan tua tersebut dan kini kita pun siap untuk mengarungi sungai ini.
Lama pengarungan sungai ini berkisar antara satu sampai dua jam. Tetapi itu tergantung pada tempat finish yang kita kehendaki. Bisa berhenti di daerah bernama ‘Pasir’ karena ada bekas ”pabrik” pasir di situ yang dibuat menjadi patokan. Jalur ini berkisar sampai satu jam lamanya. Atau kita memutuskan berhenti di sebuah tempat bernama ‘Negeri di awan’ karena pemandangannya yang indah pada sore hari. Jalur ini bisa di tempuh sampai dua jam lamanya.

Di titik start ini banyak terdapat pengangkut batu yang bekerja mengambil batu dan pasir dari dasar sungai. Tapi kelihatannya mereka sudah terbiasa dengan kedatangan perahu–perahu karet para pengarung sungai, sehingga kita tidak perlu merasa asing di sini. Sungai akan membelok ke sebelah kiri setelah jembatan dan silakan menikmati jeram pertama yang ada persis sebelum kelokan tersebut. Jeram-jeram yang ada di sungai tersebut hingga ke pertemuan Sungai Cianten rata-rata berkelas II dan II+.
Sampai di pertemuan sungai dengan Cianten kita bisa beristirahat. Di situ terdapat flat cukup panjang yang cukup untuk kita berenang-renang dan bermain. Kita juga bisa melihat salah satu sisa peninggalan Raja Mulawarman, yaitu batu tertulis yang tak terbawa oleh dinas museum setempat. Daerah tersebut sangat sejuk karena tertutup oleh rindangnya pepohonan di kiri dan kanan sungai, ditambah suara kemerisik daun bambu membuat irama alam yang ada di sana terasa nyaman.

Setelah pertemuan sungai, badan sungai terlihat lebih melebar sampai 25 meter. Arus juga mulai bertambah cepat membuat adrenalin tambah berlompat. Kira-kira 100 meter setelah pertemuan sungai terdapat jeram yang patut diwaspadai. Jeram ‘Naga’ namanya, berkelas III. Dinamakan ‘Naga’ mungkin karena arus yang tak beraturan di permukaannya, tanpa lidah air yang jelas yang kemungkinan disebabkan letak batuan yang acak di bawah permukaan air.

Patokan yang paling jelas hanya batu menonjol di tengah jeram. Ambil arus yang ke sebelah kanan batu tersebut, karena persis di depan batu tersebut terdapat stopper besar yang siap mengangkat ujung depan perahu. Langsung ambil arah arus yang ke kanan karena di sebelah kiri arus terlihat keras menabrak dinding tebing yang bisa mengakibatkan perahu wrapped.
Selesai melewati jeram ‘Naga’ kita akan dihadang kembali oleh jeram ‘Simanis’ yang berada 200 meter setelahnya. Kita harus potong arus menuju kiri sungai sebelum masuk ke bagian tengah sungai pada bagian pertengahan jeram. Ada sekitar tiga standing waves setinggi satu setengah meter di sini. Jeram ditutup dengan arus menabrak batu yang membuat arus berputar liar di bawah sungai. Usahakan jangan jatuh di sini karena menurut cerita penduduk setempat arus putar yang terdapat di situ mempunyai lubang pada dinding tebing yang bisa membawa kita ke kematian bila kita memasukinya. Tak berapa jauh dari jeram ‘Simanis’ ini terletak finish daerah Pasir.

Gajah di Bukit Ciampea
Penelusuran gua dilakukan di daerah perbukitan kapur Ciampea. Daerah ini juga merupakan pusat latihan TNI AD sehingga jangan kaget bila di samping terdengar bunyi dentum ledakan untuk memecah kapur, juga akan terdengar ledakan meriam untuk latihan para tentara tersebut.
Transportasi menuju ke sana juga tidaklah terlalu sulit. Bila kita naik angkot dari Bogor turunlah di pos polisi sebelum pasar Ciampea. Dari pos polisi kita bisa berjalan menuju puncak bukit yang terlihat menjulang dari pinggir jalan.
Lama perjalanan menuju puncak bukit tempat entrance gua berkisar antara dua sampai tiga jam. Usahakan berjalan pada pagi hari, karena panas matahari di daerah tersebut sangatlah menyengat.
Banyak terdapat satwa monyet di sini sedangkan floranya mulai banyak terdapat kawanan perdu yang akan menyerang ganas bagian tubuh kita yang tak tertutupi. Teruslah berjalan menanjak sampai setengah jam, dan kita akan melihat dinding tebing setinggi tiga meter. Dengan gaya pemanjatan yang tidak terlalu sulit, kita akan sampai di puncak dinding tersebut. Dan di situlah terletak pintu masuk ke gua Gajah.
Disebut gua Gajah, karena konon pada waktu dahulu kala tak jauh dari gua tersebut ditemukan prasasti bertulis peninggalan dari Raja Mulawarman, dan pada prasasti tersebut tergambar kaki seekor gajah.
Mulut gua Gajah tidaklah terlalu lebar. Kedalamannya berkisar 45 meter. Di dasar gua yang berbentuk chamber akan terlihat ruangan seluas gedung bioskop dan banyak terdapat ornamen di dinding-dinding gua di bagian dalamnya.

Gua yang termasuk berumur tua itu menyimpan banyak ornamen indah, seperti stalagmit, stalagtit, collumn (stalagmite dan stalagtite yang telah bersatu), gordijn (endapan kalsit di dinding gua), rhimestone pool (endapan kalsit yang berbentuk tangga) dan banyak lagi yang lain.
Tetapi karena proses pengendapan kalsit yang biasa terjadi di tiap gua sudah tidak terjadi lagi di sini, maka gua ini bisa dibilang gua mati. Ruangan rata-rata di dalam gua ini besar dengan tinggi atap berkisar sampai 20 – 45 meter dan lebar kiri dan kanan sampai 5-8 meter.

Tokek di Tebing Ciampea
Tak jauh dari gua Gajah ternyata ada juga jajaran tebing yang selalu menjadi sasaran tempat latihan para pemanjat tebing dari Ibu Kota. Bila ke gua dari pos polisi Ciampea kita berjalan, untuk menuju tebing kita bisa mengendarai ojek, atau kalau mau berhemat, kita bisa naik angkot pasar yang membawa penduduk sekitar untuk menuju pasar membawa hasil kebunnya pada pagi hari.

Tinggi tebing berkisar antara 10 – 15 meter. Ada banyak jalur pemanjatan terdapat di sini, dari mulai yang berada di sebelah kiri tebing dengan jalur ‘SS’ yang menurut para pemanjat tersebut adalah jalur yang paling mudah untuk dilalui. Di sebelah jalur ‘SS’ ada jalur ‘Kambing’ yang akan cukup menguras tenaga kita.
Kemudian berturut-turut ada jalur ‘Intifadhah’, ‘Bicycle’, dan ‘Tokek’, jalur yang akan mengagetkan kita karena melihat binatang tersebut ada di celah batuan jalur. Serta yang paling ganas adalah jalur ‘One moment in time’ yang khusus dipanjat satu kali bila kita masih punya banyak energi sesampai di sana.

Khusus sebagai catatan tambahan ada dua jalur bernama ‘Taliban’ dan ‘Strawbery’ yang baru dibuat tahun 2001. Ada juga daerah khusus untuk latihan rapelling di sebelah kiri jalur ‘SS’ yang biasa dipakai para pemanjat pemula untuk berlatih. Secara keseluruhan grade (tingkat) jalur pemanjatan yang ada di tebing Ciampea berkisar antara 5.10 – 5.11.
Dari sekian potensi yang ada tersebut, belum ada satu pun yang secara serius digarap oleh pemerintah setempat. Tapi ternyata hal tersebut tidaklah membuat para petualang menjadi terhenti.

Ketidakseriusan penggarapan di satu sisi dan tingginya minat petualangan di sisi lain sering membuat kita melupakan hal ikhwal konservasi lingkungan sekitar. Dengan tetap berpegang pada prinsip ‘Take nothing but picture, Leave nothing but footprint and Waste nothing but time’ saya rasa keseimbangan lingkungan di sekitar daerah wisata tersebut akan tetap terjaga. Sebab apa lagi yang dicari dalam kehidupan ini selain keseimbangan.[wlmn/yd]

Comments (0)

Write comment

 

Events Schedule

No current events.

Europe

Travel Alert ke Perancis Krisis keuangan Eropa yang masih belum pulih, akibat kebijakan ini dipandang dapat merugikan perekonomian pariwisata di ...
 
Warga Indonesia di Luar Negeri Melepas Kerinudan di Hari Lebaran Griyawisata.com, Warga indonesia yang berdomisili di Luar negri sangat antusias sambut Hari kebesaran Ummat Muslim ,yang...
 
Masjid Paris, Prancis Griyawisata.com, Masjid Paris (Mosque de Paris) terletak di negara Eropa, merupakan sebuah masjid indah di Place du Puit...
 

Asia

Wisata Populer di Korea Griyawisata.com, Pulau Jeju atau Cheju merupakan sebuah pulau yang terletak di ujung Semenanjung Korea dan tidak jauh da...
 
Pemandangan Skyline Singapura Yang Memukau Griyawisata.com, Jembatan Helix (Helix bridge) merupakan jembatan yang nampak indah di kala malam di Singapura yang meng...
 
Cina Kaya Akan Budaya dan Monumen Bersejarah Griyawisata.Com, Cina yang memiliki banyak lokasi yang tidak kalah menarik dari negara lainnya. Masyarakat kebanyakan ha...
 

Australia

Wisata Pulau Tasmania Griyawisata.com, Pulau yang dikenal dengan karakter kartun Looney Tunes, Taz si Setan Tasmania, berevolusi menjadi sebua...
 
Peselancar Tewas Diserang Hiu Griyawisata.com, Seorang pria Australia berusia 31 tahun meninggal setelah diserang hiu ketika berselancar di pantai dek...
   

America

Tempat Suci Umat Budha Yang Terbesar di Amerika Griyawisata.Com, Hsi Lai adalah sebuah kuil Budha terbesar yang dihuni oleh sejumlah biarawan dan biarawati. Kuil Budha ...
 
Danau Kawah Merupakan Danau Yang Terdalam di Amerika Sekaligus Terindah Griyawisata.com, Danau Kawah (Crater Lake) danau yang terdalam di Amerika sekaligus ketujuh terdalam di dunia. Danau ini...
 
Wisata ke Museum Nasional Sejarah Alam Di Amerika Serikat Griyawisata.com, Museum Nasional Sejarah Alam (National Museum of Natural History) adalah museum yang dikelola Lembaga S...
 

Mountain & Rafting

Pecinta Alam Dating Berkunjung Ke Gunung Slamet Griyawisata.com, Gunung Slamet berada di barat laut atau sekitar 30 kilometer dari Kota Purbalingga. Setiap tahun, khusu...
 
Wisata Uji Nyali di Sungai Logawa, Banyumas Griyawisata.com, Sungai Logawa, Banyumas, merupakan wisata untuk melakukan uji nyali berkaitan dengan kegiatan arung jer...
 
Uji Nyali Anda Dengan Rafting Ria di Telaga Waja Griyawisata.com, Sungai di Telaga Waja sangat bagus untuk kegiatan arung jeram, yang terletak di Desa Rendang, Kecamatan...
 

Nasional

Mandalawangi Tempat Wisata Menarik

Griyawisata.com, Mandalawangi merupakan hutan produksi yang dikembangkan sebagai Bumi Perkemahan dengan luas 39,5 ha. Secara...

Jeruk Siam Madu Karo Yang Banyak Digemari

GriyaWisata.com, Sentra produksi komoditas jeruk berada di kabupaten Karo, Sumatera Utara. Salah satunya adalah jenis...

Obyek Wisata Pulau Ahe

Griyawisata.com, Pulau Ahe merupakan wisata pulau yang paling diminati wisatawan mancanegara (wisman). Tempat wisata ini...

Internasional

Travel Alert ke Perancis

Griyawisata.com, Merupakan hal yang langka jika pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi peringatan kunjungan (travel alert)...

Wisata Populer di Korea

Griyawisata.com, Pulau Jeju atau Cheju merupakan sebuah pulau yang terletak di ujung Semenanjung Korea dan...

Tembok Hadrian, Daya Tarik Wisata di Inggris

Griyawisata.com, Tembok Hadrian adalah sebuah benteng batu dan kayu besar yang dibangun pada 122 AD...

Culinary Corner

Tempat Makan Romantis, Enak, dan Nyaman

Griyawisata.com, Cafe Gumati adalah tempat makan romantis, enak dan nyaman di Jakarta, Bogor. Tempat makan...

Pupa Ulat Sutra Tumis Makanan Unik ala Masyarakat Korea

Griyawisata.com, Jika anda sedang berada di negara Korea, jangan sampai terlewatkan petualangan makanan-makanan unik yang...

Es Krim Spesial Ice Berg

Griyawisata.com, Es krim spesial Ice Berg. Es krim ini memiliki rasa vanila yang disajikan bersama...