Griyawisata.com, Cangkang mutiara merupakan suatu kerajinan tangan yang unik dan perlu dikembangkan. Di Halmahera Utara, tepatnya di pulau Bobale, kecamatan Kao terdapat seorang pengrajin yang bernama Elieser Patiasina, 70 tahun. Ia telah bertahun-tahun mengembangkan kerajinan cangkang mutiara ini dan bekerja selama 9 tahun mulai tahun 1969 di perusahaan pengembangan budidaya mutiara milik Jepang hingga akhirnya menjadi pekerjaan tetapnya sehari-hari selain menjadi nelayan.
Cangkang Mutiara ini di pesan dari anak-anak muda di sekitar desanya, yang biasa menyelam untuk mengambil mutiara-mutiara di dasar laut sekitar Pulau Bobale hingga kedalamannya 10-40 meter dari permukaan laut. Namun untuk satu cangkang, Elieser harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 ribu untuk setiap satu kilo cangkang mutiara. Dari jumlah itu, ia berhasil membuat sekitar 30 batu kecil-kecil berupa bandul atau anting-anting.
Untuk membuat kerajinannya itu, pertama-tama Elieser membuat gambaran kasar bentuk yang diinginkan di permukaan cangkang. Kemudian cangkang digergaji menjadi bentuk kotak-kotak kecil. Lalu, potongan cangkang berbentuk kotak itu dikikis secara perlahan-lahan sambil sesekali dibersihkan dengan air. Hingga akhirnya bentuk yang diinginkan terbentuk, lalu diperhalus sebagai sentuhan terakhir. Hasil kerajinan tangannya itu beraneka bentuk seperti rica (cahe), salib, hati, jajaran genjang, dan lainnya. Dan dibandrol seharga Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu.[wlmn/sr]
| < Prev | Next > |
|---|

